Berita Sleman Hari Ini

Ada 1.158 Calhaj Asal Sleman yang Dijadwalkan Berangkat Pada 2023, Termuda Usia 18 Tahun 

ebanyak 1.158 Jamaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Sleman akan diberangkatkan ke Mekkah, Arab Saudi pada Juni 2023. Mereka sudah melakukan latiha

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Kepala Kemenag Sleman H Sidik Pramono ditemui di kantornya Senin (22/5/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 1.158 Jamaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Sleman akan diberangkatkan ke Mekkah, Arab Saudi pada Juni 2023.

Mereka sudah melakukan latihan manasik haji di tingkat Kapanewon hingga Kabupaten.

Kini sedang menunggu kelompok terbang (Kloter). Tahun ini, calon haji termuda tercatat berusia 18 tahun berasal dari Kapanewon Berbah. 

"Jamaah usia termuda 18 tahun. Dia menggantikan ayahnya yang berhalangan tidak bisa berangkat. Pelimpahan kursinya kepada anaknya, usia 18 tahun dari Kapanewon Berbah," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman H Sidik Pramono, Senin (20/5/2023). 

Jamaah calon haji asal Bumi Sembada yang diberangkatkan ke Makkah tahun ini rata-rata sudah mendaftar haji 10 hingga 12 tahun lalu.

Menurut Sidik, tahun ini tidak ada prioritas usia yang berangkat dan tidak berangkat. Artinya kuota yang berangkat disesuaikan dengan urutan saat pendaftaran.

Hal ini berbeda dibandingkan keberangkatan sebelum pandemi yang kala itu memprioritaskan lansia maupun saat pandemi covid-19 yang memprioritaskan bukan lansia. 

Karena tidak ada prioritas maka lansia yang berangkat pada tahun ini tidak memungkinkan didampingi oleh mahram maupun keluarga. 

"Kebanyakan yang berangkat lansia jika diizinkan ada pendamping, maka jumlahnya banyak dan akan mengubah sebagian besar waiting list. Ini dikhawatirkan menimbulkan masalah sehingga sekarang normal sesuai jadwal keberangkatan," ujar dia. 

Sidik mengatakan sejauh ini tidak ada kendala berarti soal keberangkatan calon haji asal Kabupaten Sleman. Hanya saja ada beberapa jamaah yang sempat kesulitan saat mengurus Visa Bio atau aplikasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi dalam proses penerbitan visa bagi jamaah haji Indonesia melalui fitur biometrik wajah, sidik jari dan foto paspor. 

Saat mengurus Visa Bio ada jamaah haji asal Sleman, terutama yang sepuh, prosesnya memakan waktu cukup lama hingga 5 jam. Hal ini karena alatnya terbatas dan handphone masing-masing jamaah tidak semuanya support untuk Bio Visa. 

"Jadi terkadang satu jamaah satu kali proses bisa memakan waktu 3-5 jam. Karena yang sepuh memakai sidik jari tidak bisa-bisa. Tapi pada akhirnya bisa," terangnya. 

Sejauh ini jamaah calon haji asal Sleman sudah diberi pelatihan manasik 6 kali di tingkat Kapanewon dan 2 kali di Kabupaten. Kini tahapannya sedang menunggu pengelompokkan terbang (Kloter).

Menurut Sidik, Jamaah haji Sleman kemungkinan terbang ke Arab Saudi terbagi dalam lima Kloter.

Yaitu kloter 44, 46, 49, 51 dan kloter 52. Ada kloter penuh yang semuanya diisi jamaah asal Sleman dan ada juga Kloter campuran yang dicampur sebagian dengan jamaah asal Kabupaten lain. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved