Berita Otomotif Terkini

Honda CG Bergaya Mini Bobber

Selain tampil beda, alasan utama Nurdin membangun mini bobber ialah keinginan memiliki motor yang pas dengan postur tubuhnya.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Honda CG Bergaya Mini Bobber milik Nurdin Pratama. 

TRIBUNJOGJA.COM - Motor dengan dimensi yang mungil memang menarik.

Namun, kecil saja tidak cukup untuk membuatnya jadi pusat perhatian.

Tampilannya juga harus dibuat nyentrik agar siapapun yang melihatnya, tak dapat melepaskan pandangannya.

Tengok saja mini bobber milik pehobi motor kustom asal Klaten, Nurdin Pratama, di bangun menggunakan basic motor Honda CG series yang pernah mengaspal di Indonesia tahun 70 sampai 80-an.

Ide awal lahirnya motor ini ialah keinginan Nurdin untuk memiliki tunggangan motor kustom bobber yang berbeda dari lainnya.

Sekadar informasi, secara sekilas mungkin ada kemiripan antara bobber dan chopper.

Baca juga: NJoy76 Sulap Honda CB150X Jadi Club Style

Menilik sejarahnya, keduanya lahir setelah Perang Dunia II berakhir atau sekitar tahun 1940-an dan 1950-an.

Sama seperti chopper, bobber juga dibawa oleh para veteran perang yang tertarik dengan motor Eropa.

Sehingga saat pulang ke tanah airnya, mereka mengubah motor Amerika seperti layaknya motor Eropa yang ringan dan cepat.

Gagasan utama dari bobber sebenarnya adalah membuat motor seringan mungkin tapi tetap legal di jalan.

Untuk membuat motor menjadi ringan, dengan 'terpaksa' banyak bagian motor harus dikorbankan.

Seperti menghilangkan spakbor depan, sementara spakbor belakang dikecilkan atau bobbed.

Spion dilepas, lampu dibuat lebih kecil, stang diubah.

Kemudian jok dibuat sekecil dan seringan mungkin.

Part yang dianggap berlebihan akan ditanggalkan demi motor yang lebih ringan.

Untuk proporsi, bobber lebih berisi.

Sedangkan chopper menggunakan setang menjulang ke atas, rangka rigid, fork di depan, dan proporsi yang cenderung kurus.

Selain tampil beda, alasan utama Nurdin membangun mini bobber ialah keinginan memiliki motor yang pas dengan postur tubuhnya.

"Postur tubuh saya kan kecil, sedangkan jika menunggangi motor kustom misal chopper atau bobber yang dimensinya bongsor kok terlihat tidak cocok. Jadi saya terbesit ide untuk membangun motor kustom bobber tapi dimensinya mungil," terang Nurdin kepada Gaspol 52 Tribun Jogja.

Adapun mayoritas bagian motor mini bobber berkelir merah ini adalah handmade alias kustom.

Nurdin mengubah seluruh bodi dan nyaris hanya menyisakan bagian mesin berkapasitas 108 cc saja yang masih utuh.

"Mayoritas part yang menempel di motor ini handmade, termasuk frame atau rangkanya. Dari basic motor Honda CG, yang terpakai mungkin hanya mesinnya saja apalagi ubahan yang dilakukan bisa dibilang total lantaran mengubah dimensi motornya dari ukuran normal menjadi lebih mungil," terang Nurdin.

Baca juga: K-Win, Kawin Silang Honda Win 100 dan Kawasaki Ninja 150

Keunikan mini bobber milik Nurdin satu di antaranya ialah terletak pada bagian roda belakang, yang menunjukkan kesan klasik dengan velg ring 10, velg copotan Suzuki ST20 atau yang dijuluki mobil truntung.

Sedangkan untuk bagian roda depan menggunakan velg ring 17 dan menggunakan ban bertipe salur yang sangat cocok digunakan untuk konsep motor ini.  

Bagian headlamp, Nurdin menyematkan dua lampu berbentuk persegi panjang yang dimensinya pun menyesuaikan motor mungilnya.

Sedangkan bagian lampu setop belakang, Nurdin memakai aksesoris lampu sepeda berbentuk bulat yang banyak ditemui di pasaran.

"Stang model hanger ini juga custom supaya kental aura chopper bobber-nya," tegasnya.

Tak lupa, untuk mempermanis tampilan mini bobbernya, Nurdin melapisi logam di sejumlah bagian motornya dengan krom.

Misal di bagian knalpot, footstep atau pijakan kaki.

Sementara untuk bagian body, Nurdin memilih warna merah mendominasi body motor mungilnya, ditambah goresan airbrush model api pada tangki bahan bakar. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved