Berita Pendidikan Hari Ini
Raih Sertifikat Validasi Internasional LAM, Lulusan Arsitektur UII Bisa Diakui Secara Internasional
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia ( UII ) menerima sejumlah anugerah.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia ( UII ) menerima sejumlah anugerah.
Satu di antaranya adalah pengakuan internasional yang datang dari Lembaga Arkitek Malaysia (LAM) untuk LAM Part 1 dan LAM Part 2.
Rektor UII, Prof. Fathul Wahid mengatakan, adanya anugerah tersebut menjadi peluang bagi UII untuk menerima mahasiswa Negeri Jiran dalam jumlah yang banyak.
Tidak hanya itu saja, anugerah yang telah didapatkannya diharapkan mampu membuka peluang bagi mahasiswa UII untuk berkarier di Negeri Jiran.
"Pengakuan itu menjamin bahwa pendidikan arsitektur di UlI berkualitas global yang berarti semua lulusannya diakui secara internasional sehingga tidak akan mengalami hambatan di manapun berkarier. Demikian juga mahasiswa asing dari luar negeri, termasuk negara persemakmuran the Commonwealth bisa belajar arsitektur di UII," jelasnya kepada wartawan di gedung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, Rabu (17/5/2023).
Disampaikannya, LAM sendiri telah memberikan pengakuannya melalui Validasi Internasional sekaligus LAM Part 1 untuk Program Studi Sarjana Arsitektur (S.Ars/B.Arch) dan LAM Part 2 untuk Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr/Ar) dan sekaligus Program Magister Arsitektur (M.Ars/M.Arch) untuk kurun waktu 2022-2027.
Baca juga: UII Tambah Satu Guru Besar dari Jurusan Arsitektur
"LAM Malaysia adalah lembaga sertifikasi pendidikan arsitektur internasional yang mengadopsi sistem The Royal Institute of British Architects (RIBA). Lembaga itu telah banyak melakukan validasi di banyak negara termasuk di Eropa dan Australia. Dengan demikian, Arsitektur UII kini telah lengkap diakui kualitasnya ole KAAB di bawah Canberra Accord dan juga LAM yang setara dengan RIBA," kata Prof. Fathul .
Melalui hal tersebut, kini Arsitektur Ull menjalankan pendidikan arsitektur dengan beberapa opsi, di antaranya Program sariana empat tahun reguler dan internasional (IP) untuk S.Ars/B.Arch, Program profesi tahun ke-5 (PPAr/Ar), Program arsitek penuh empat plus satu tahun (S.Ars+Ar), Program Magister (M.Ars), Program Fast track PPAr+M.Ars (Ar+M.Ars), serta Program Double Degree Master (M.Arch+MLA) yang bekerjasama dengan Master of Landscape of Architecture TU Anhalt Germany.
Di sisi lain, dalam momen anugrah tersebut juga dibarengi dengan dengan keberhasilan sekaligus dua dosen Arsitektur Ull menjadi Guru Besar, sehingga jumlah Profesornya menjadi tiga, menjadi salah satu perguruan tinggi arsitektur di Indonesia yang telah memiliki sejumlah profesor.
"Prestasi Arsitektur UIl kali ini juga dilengkapi dengan diangkatya dua Guru Besar Arsitektur atas nama Prof. Dr. Ir. Sugini, ST. MT., I.A.I, GP. dan Prof. Ir. Suparwoko, MURP., PhD., I.A.I. Dua profesor besar itu semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang dilakukan di UlI pada bidang teknologi dan sains bangunan serta ilmu rancang kota," tutupnya.( Teibunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Raih-Sertifikat-Validasi-Internasional-LAM-Lulusan-Arsitektur-UII-Bisa-Diakui-Secara-Internasional.jpg)