KKB Papua
Polisi Endus Sejumlah Pejabat di Papua Danai KKB, Ini Langkah Polda Papua
Oknum-oknum tersebut di antaranya kepala kampung, kepala distrik hingga di pemerintahan kabupaten.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, PAPUA - Polisi mengendus keterlibatan sejumlah oknum di pemerintahan di Papua yang menyuplai dana untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Oknum-oknum tersebut di antaranya kepala kampung, kepala distrik hingga di pemerintahan kabupaten.
Polisi pun terus mengembangkan pengungkapan terhadap oknum pejabat yang mendanai KKB Papua tersebut.
Pengembangan ini dilakukan setelah sebelumnya aparat gabungan TNI dan Polri menangkap Kepala Distrik Kenyam berinisial MM yang diduga memberikan uang sebesar Rp 30 juta untuk anggota KKB Papua.
"Ada Kepala Distrik, Kepala Kampung, ada juga di pemerintah kabupaten. Kepala Distrik Kenyam bukan satu-satunya, banyak yang terlibat dan kita kembangkan terus. Kita akan masuk ke mereka-mereka ini supaya mereka berhenti menyokong kegiatan KKB," ungkap Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri seperti yang dikutip dari Tribun Papua.
Terkait dengan penangkapan MM, lanjut Kapolda, yang bersangkutan diduga ikut mendanai kegiatan KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Dukungan dana ini diyakini akan terus membuat kegiatan KKB sulit dihentikan.
Untuk itu, dia ingin menghentikan aliran dana yang diberikan pejabat Papua kepada KKB.
"Ada yang membantu uang, baik secara langsung dia pahami, ada juga yang mungkin dia tidak tahu kalau uang itu mengalir ke kelompok-kelompok ini," ujarnya.
Baca juga: Kepala Distrik Kenyam Diduga Setor Rp 30 Juta ke KKB, Kini Dicokok Petugas
Danai Rp 30 Juta
Salah satu pejabat yang ditangkap pada akhir April 2023 lalu ialah Kepala Distrik Kenyam. Dia diduga mengucurkan dana sebesar Rp 30 juta ke KKB.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2023 Kombes Faizal Ramadhani mengungkapkan, MM ditangkap karena diduga memiliki kaitan dengan YL yang merupakan anggota KKB.
"Jadi MM ini memberikan uang Rp 30 juta kepada YL untuk membeli amunisi dan itu dilakukannya secara sadar," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/5/2023).
Hal ini awalnya diketahui berdasarkan keterangan YL yang sudah ditahan terlebih dahulu di Mimika.
Bukan kali pertama Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen, juga membenarkan kabar tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sepak-Terjang-Egianus-Kogoya-Pimpinan-KKB-Papua-Kabupaten-Nduga-yang-Jadi-Buruan-Utama-TNI-Polri.jpg)