Berita Sleman Hari Ini

Pemda DIY Sebut DI Yogyakarta Berpotensi Jadi Wedding Destination

Belasan jasa wedding di DI Yogyakarta mengikuti pelaksanaan Wedding Festival di Sleman City Hall pada 5-7 Mei 2023.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Kepala Dinpar DIY, Bupati Sleman dan beberapa pejabat terkait meninjau stand Wedding Festival di Sleman City Hall, Jumat (5/5/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Belasan jasa wedding di DI Yogyakarta mengikuti pelaksanaan Wedding Festival di Sleman City Hall pada 5-7 Mei 2023.

Ketua Gabungan Penyelenggara Pernikahan Yogyakarta (GAPPY) Arif Bintoro Johan, mengatakan, adanya Pandemi Covid-19 yang berlangsung dalam tiga tahun terakhir memberikan dampak negatif bagi jasa wedding.

Pasalnya, terdapat berbagai aturan yang membuat pelaksanaan wedding dilakukan secara terbatas.

Bahkan beberapa calon pengantin juga ada yang memilih menunda pernikahan saat Pandemi Covid-19 itu berlangsung.

Baca juga: Kejari Bantul Tetapkan 1 ASN Disdikpora atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Perawatan SSA

Melalui hal itu, pihaknya melakukan Wedding Festival sebagai upaya membangkitkan jasa wedding di Yogyakarta. Sehingga roda ekonomi dunia wedding kembali pulih.

"Kami baru menyadari bahwa jasa wedding itu mampu menggerakkan iklim pariwisata dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," ucapnya saat membuka acara Wedding Festival, Jumat (5/5/2023).

Menurutnya, keberadaan jasa wedding baik itu tim rias pengantin, catering, dekorasi, photographer hingga jasa wedding organizer memberikan pola pikir untuk bersatu menggerakkan pariwisata dan perekonomian.

"Maka kami berharap, industri wedding di Yogyakarta ini bisa semakin bangkit lagi," pintanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, memberikan dukungan industri jasa wedding untuk kembali bangkit serta mampu berkontribusi terhadap perekonomian.

"Mari kita bersama-sama berkolaborasi memulihkan perekonomian di Kabupaten Sleman. Lebih-lebih (pelaku jasa) wedding itu adalah warga Kabupaten Sleman. Kalau bisa baik itu catering atau sebagainya (menggunakan pelaku jasa wedding) tidak usah jauh-jauh. Cukup dari DIY atau Kabupaten Sleman," pesan Kustini.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja menyampaikan, bahwa Yogyakarta memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk menjadi wedding destination.h

"Artinya tidak hanya wedding festival yang menggabungkan beberapa asosiasi. Tetapi, kita lebih luas lagi yakni menjadi wedding destination yang pernah kami canangkan pada 2020 lalu," tutur Singgih.

Menurutnya, venue wedding menjadi bagian poin penting untuk mendukung wedding destination. Baik itu di hotel maupun tempat wisata. Pasalnya hal tersebut dianggap mampu memberikan multiplayer effect terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Harapannya bisa seperti Kaesang effect (efek dari pernikahan putra Joko Widodo yang berlangsung di Yogyakarta pada 2022 lalu). Itu luar biasa, karena menunjukkan Yogya itu menjadi wedding destination," kata dia.

Ia pun berpesan kepada masyarakat, adat pernikahan budaya Yogyakarta yang masih kental harus bisa ditawarkan oleh generasi muda. Tujuannya agar ciri khas pernikahan Yogyakarta bisa terus lestari dan mampu dikenal lebih luas.

"Namun demikian, kalaupun ada permintaan dari costumer yang ingin (melakukan wedding dream) penggabungan antara tradisional dan modern bisa disambut dengan baik," tutup Singgih. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved