Jadi Daya Tarik Wisata, Festival Jeron Beteng Bakal Digelar Rutin Setiap Libur Lebaran
Festival Jeron Beteng diharapkan bisa meningkatkan daya tarik pariwisata dan diagendakan menjadi kegiatan rutin tahunan saat Libur Lebaran
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Festival Jeron Beteng yang digelar di kawasan Alun-alun Selatan, Kota Yogyakarta, pada Minggu (30/4/2023), sukses menyedot antusiasme wisatawan.
Oleh sebab itu, ke depannya event tersebut bakal dilangsungkan secara rutin saat momen Libur Lebaran.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, mengungkapkan Festival Jeron Beteng diharapkan bisa meningkatkan daya tarik pariwisata.
Dengan begitu, lama tinggal pelancong di Kota Yogyakarta pun ikut terkerek dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat pelaku pariwisata.
"Jadi, Pemkot memang mencoba meningkatkan daya tarik pariwisata, dalam rangka mengikat lebih lama lagi wisatawan melalui momentum lebaran ini. Kami berharap, masyarakat bisa lebih lama singgah atau menginap di Kota Yogya," ungkap Kadispar.
Menurutnya, daya tarik dapat ditingkatkan dengan menyajikan gelaran rutin yang memiliki ciri khas seperti Festival Jeron Beteng ini.
Karenanya, pada momentum Libur Lebaran ke depan, event tersebut bakal dihadirkannya kembali untuk menyambut para wisatawan.
"Festival Jeron Beteng 2023 adalah yang pertama dan bakal menjadi embrio event rutin tahunan. Harapan kami, dengan tambahan event rutin, bisa semakin meningkatkan daya tarik wisata," cetusnya.
"Tema mendasarnya tetap mengangkat topeng. Kalau event itu rutin dan punya ciri khas, pasti akan menjadi daya tarik. Makanya, tahun mendatang, event bakal digelar di libur lebaran juga," imbuh Wahyu.
Sebagai informasi, sedikitnya terdapat sekira 21 pertunjukan seni budaya yang bisa disaksikan warga dan wisatawan secara gratis dalam agenda Festival Jeron Beteng tersebut.
Adapun total penampilnya mencapai ratusan orang dari kalangan muda hingga lansia, yang berasal dari tiga kelurahan di kawasan Jeron Beteng, meliputi Patehan, Kadipaten dan Panembahan.
Mereka satu per satu menyuguhkan atraksi seni dan budaya, mulai dari tarian tradisional, jatilan dan pertunjukan musik.
Namun, yang paling dinanti para pengunjung adalah, tari kreasi topeng yang dikemas secara kolosal melibatkan 300 orang penari dari kampung di sekitar Keraton Yogyakarta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-pembukaan-Festival-Jeron-Beteng-di-kawasan-Alun-alun-Selatan-Kota-Jogja.jpg)