Ledakan di Salaman Magelang Berasal dari Bahan Mercon Seberat 8 Kg
ada 12 rumah lainnya rusak ringan di dusun Kembang 1 Rt 01/ Rw 05 Desa Jebengsari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Dia mengaku, sudah menjalankan jual beli petasan bersama tersangka GDW sejak tiga tahun lalu.
"Biasanya buat petasan itu dua bulan sebelum puasa.
"Itu diracik sendiri oleh GDW. Dijualnya disekitar rumah saja.
"Tahun kemarin, menjual sebanyak 1000 petasan.
"Harganya dari yang kecil Rp2000 sampai yang besar seharga Rp15000,"tuturnya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas.
Ia mengaku, tidak mengetahui pasti untuk keuntungan yang didapat dari berjualan petasan.
Karena selama ini, tersangka GDW yang membagikan uang hasil penjualan.
"Tidak tahu keuntungannya. Karena, cuma dikasih jatah saja setiap bulannya,"ungkapnya.
Tersangka S tetap nekat menjual petasan meskipun sudah mengetahui risiko dan bahayanya.
"Iya tahu risiko dan bahaya. Tapi karena kebutuhan mendesak jadi tetap berjualan ini,"tuturnya.
Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, kronologi penangkapan pasangan kekasih pembuat dan penjual petasan ini diawali dari adanya laporan masyarakat.
"Tim Resmob dengan siaga reskrim langsung melakukan penyelidikan di TKP atau rumah milik tersangka GDW.
"Tetapi, sesampai di sana yang didapati hanya seorang perempuan yakni tersangka S.
"Sedangkan, tersangka GDW sudah tidak ada di tempat,"ujarnya saat pers rilis di Aula Mapolres Magelang Kota, Kamis (30/3/2023).
Pihak kepolisian pun langsung menanyakan soal bahan peledak petasan kepada tersangka S.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ledakan-di-Salaman-Magelang-Berasal-dari-Bahan-Mercon-Seberat-8-Kg.jpg)