Kisah Perjuangan RA Kartini, Tokoh Pergerakan Feminis di Indonesia

Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah dan wafat pada usia muda 25 tahun pada tahun 1904

Tayang:
dok.istimewa
Kisah Perjuangan RA Kartini, Tokoh Pergerakan Feminis di Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM - Jumat 21 April 2023 ini diperingati sebagai Hari Kartini.

Bagimana sejarah tentan peringatan Hari Kartini ini?

Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah dan wafat pada usia muda 25 tahun pada tahun 1904.

Meskipun hidupnya singkat, namun Kartini berhasil meninggalkan warisan yang kuat bagi perjuangan perempuan di Indonesia.

Kartini adalah putri dari seorang Bupati Jepara, Raden Mas Sosroningrat, dan Raden Ayu Ngasirah, putri dari seorang Bupati Rembang.

Sejak kecil, Kartini mendapat pendidikan formal seperti anak laki-laki, bahkan ia juga bisa berbahasa Belanda.

Hal ini cukup luar biasa pada masa itu, mengingat sebagian besar perempuan di Indonesia pada masa itu tidak diperbolehkan untuk belajar formal dan hanya mendapat pendidikan dasar dari keluarga.

Meskipun dibesarkan dalam lingkungan yang konservatif dan tradisional, Kartini tetap memiliki semangat yang kuat untuk belajar dan berjuang agar perempuan Indonesia juga mendapat kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal pendidikan dan kesetaraan.

Ia mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah Belanda, namun sayangnya, itu tidak diizinkan pada saat itu.

Ketika berusia 12 tahun, Kartini dijodohkan dengan seorang bangsawan Jawa bernama Raden Adipati Joyodiningrat, sesuai dengan kebiasaan pada masa itu.

Namun, Kartini menentang perjodohan tersebut dan ingin memilih pasangan hidupnya sendiri.

Ia berusaha untuk meraih kebebasannya dengan belajar dan memperluas wawasan.

Untuk mengejar cita-citanya, Kartini seringkali menulis surat kepada teman-temannya di Belanda.

Dalam surat-suratnya tersebut, ia mengekspresikan impian dan keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah Belanda dan mendirikan sekolah untuk perempuan di Indonesia.

Kartini kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan feminis di Indonesia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved