Serapan Beras Bulog di DI Yogyakarta Capai 2.805 Ton Selama Ramadan 2023
Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Kantor Wilayah (Perum Bulog Kanwil) Yogyakarta telah melaksanakan pengadaan beras untuk memastikan ketersediaan
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Kantor Wilayah (Perum Bulog Kanwil) Yogyakarta telah melaksanakan pengadaan beras untuk memastikan ketersediaan selama Ramadan 2023 maupun Lebaran IdulFitri 2023.
Kepala Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ali Ahmad Najih Amsari atau yang kerap disapa Aan, berujar terkait pengadaan penyerapan beras dalam negeri telah dilakukan penyerapan sekitar 16.222 ton untuk wilayah Yogyakarta, Kedu dan Banyumas.
"Khususnya Yogyakarta, kami serap sebanyak 2.805 ton beras. Sedangkan, untuk realisasi harian di Yogya masih kami serap sekitar 200 ton beras. Penyerapan itu harapan kami bisa berlangsung terus, sehingga bisa memperkuat penanganan stok beras di wilayah khususnya DI Yogyakarta," ucapnya, Selasa (18/4/2023).
Baca juga: LIGA CHAMPIONS: Prediksi CHELSEA vs REAL MADRID Malam Ini, Misi Berat The Blues
Sebagai langkah stabilisasi harga beras dan beberapa komoditas di pasaran, pihaknya juga telah melakukan operasi pasar lewat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Kami juga ada program bantuan pangan yang telah di launching untuk kebutuhan bulan Maret, April dan Mei 2023. Secara nasional, untuk wilayah Yogyakarta sendiri bantuan pangannya dalam bentuk beras medium sebanyak 2.394 ton," jelas Aan.
"Kami harapkan dengan penyaluran itu akan menekan harga beras medium lebih stabil, baik itu untuk saat sebelum dan sesudah Lebaran 2023," tambah dia.
Namun, disampaikannya penyaluran tersebut baru berlangsung dalam tahap pertama dari tiga tahap yang direncanakan.
"Untuk tahap kedua dan ketiga akan kami realisasikan sekitar bulan Mei 2023. Harapan kami dengan penyaluran itu harga beras akan stabil," pinta Aan.
Di sisi lain, Aan menyampaikan bahwa setiap momen libur panjang atau perayaan hari besar keagamaan baik itu di berbagai wilayah termasuk di DIY, selalu terdapat tren penambahan konsumsi beras.
"Karena adanya libur panjang itu, masyarakat dari luar Yogya ada yang masuk ke Yogyakarta. Tapi, kenaikannya relatif tidak banyak, hanya sekitar 10 persen saja," tutup Aan. (Nei)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hukum-zakat-fitrah-syarat-berapa-kg-dibayarkan-hingga-niat-zakat-sendiri-dan-keluarga.jpg)