Berita Jogja Hari Ini

Keraton Yogyakarta Bakal Gelar Garebeg Sawal Pada Lebaran 2023 Ini

Setelah absen diselenggarakan hingga tiga tahun lamanya, Keraton Yogyakarta Hadiningrat memutuskan untuk menggelar Garebeg Sawal saat Lebaran tahun

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Abdi dalem Keraton Yogyakarta membawa ubarampe gunungan Garebeg Sawal, Selasa (19/10/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah absen diselenggarakan hingga tiga tahun lamanya, Keraton Yogyakarta Hadiningrat memutuskan untuk menggelar Garebeg Sawal saat Lebaran tahun ini.

Prosesi pelaksanaan Garebeg Sawal ini dilaksanakan dengan iring-iringan bregada prajurit dan tujuh gunungan. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, iring-iringan bregada tidak akan melintasi kawasan Alun-alun Utara.

“Gunungan yang berada di Bangsal Pancaniti, Kamandungan Lor,akan dibawa oleh Kanca Abang melalui Regol Brajanala-Sitihinggil Lor-Pagelaran-keluar lewat barat Pagelaran menuju Masjid Gedhe. Di Masjid Gedhe, setelah didoakan, akan ada dua buah gunungan yang dibawa menuju Pura Pakualaman dan Kompleks Kepatihan,” ujar Penghageng KHP Parasraya Budaya Keraton Yogyakarta, GKR Maduretno, Selasa (18/4/2023).

Baca juga: Jelang Libur Lebaran 2023, Okupansi Homestay di Magelang Capai 100 Persen

GKR Maduretno menambahkan, sebelum dilakukan prosesi Garebeg Sawal, terlebih dulu akan dilakukan prosesi Numplak Wajik.

Pelaksanaannya berlangsung di Panti Pareden, Kompleks Magangan pada Kamis (19/4/2023) tepatnya selepas asar. Sementara untuk Gladi Resik Prajurit akan berlangsung Kamis (20/4/2023) mulai pukul 15.30 WIB.

"Untuk Ngabekten sendiri sifatnya tertutup dan dilaksanakan dua haripada Sabtu (22/4/2023) dan Minggu (23/4/2023),” terang putri ketiga Sri Sultan Hamengku Buwono X ini.

Gusti Madu, sapaannya, mengatakan, terdapat 10 Bregada Prajurit Keraton yang akan mengawal gunungan yakni Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa. Bregada Bugis akan mengawal gunungan hingga Kepatihan.

Sementara gunungan untuk Pura Pakualaman akan dikawal oleh Prajurit Pura Pakualaman yakni Dragunder dan Plangkir.  

Lebih lanjut, selama pelaksanaan prosesi peringatan Idul Fitri, akan diberlakukan no fly zone di Kawasan Keraton Yogyakarta.

Artinya, masyarakat dilarang untuk menerbangkan drone dan sejenisnya dari ketinggian 0-150 meter dari permukaan tanah. 

Hal ini dilakukan guna mendukung kelancaran seluruh prosesi, utamanya garebeg, sekaligus memberikan penghormatan terhadap jalannya Hajad Dalem yang merupakan simbol sedekah dari Raja.

Hal ini juga sesuai dengan Nomor NOTAM B0754/23 NOTAMN yang diterbitkan AirNav Indonesia. Larangan ini mulai diberlakukan pada Rabu (19/04) pukul 00.00 WIB (17.00 UTC) hingga Minggu (23/04) pukul 23.59 WIB (16.59 UTC).

Gusti Madu pun mengimbau bagi masyarakat yang turut berpartisipasi mengikuti rangkaian peringatan Idulfitri dan agenda Garebeg Sawal untuk tertib dan tetap taat prokes.

“Kami harap masyarakat dapat merayah gunungan setelah gunungan tersebut selesai didoakan dan menjaga ketertiban agar pelaksanaan Garebeg Sawal dapat berjalan dengan baik. Dimohon untuk memberikan jalan pada iring-iringan bregada prajurit dan gunungan,” jelasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved