Rombongan Remaja Masuk Kampung, Begitu Ditegur Langsung Kabur
Enam remaja di Sleman berkeliaran sembari mengayunkan ikat pinggang dan sarung yang akan digunakan untuk memukul korbannya.
TRIBUNJOGJA.COM - Enam remaja di Sleman berkeliaran sembari mengayunkan ikat pinggang dan sarung yang akan digunakan untuk memukul korbannya.
Mereka berkeliaran di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman, Minggu (26/3) dini hari sekitar pukul 02.00.
Kapolsek Gamping, Kompol Surahman, membantah kelompok ini akan berperang sarung. Para remaja yang diamankan tersebut berkeliling kampung Banyuraden lantaran mengaku sedang mencari seseorang.
Warga yang curiga sempat menegur para remaja tersebut. Namun mereka justru kabur hingga akhirnya dikejar warga setempat dan berhasil ditangkap.
"Jadi modusnya itu seolah-olah dia dibuntuti orang, tapi kan mondar-mandir di perkampungan. Karena masyarakat tahu kenapa kok satu sepeda motor untuk boncengan tiga orang, dia ditegur malah melarikan diri, terus sempat diamuk massa tapi masih terkendali," jelas Surahman, Minggu (26/3/2023).
Kapolsek menjelaskan, tidak ada benda tajam yang diselipkan di sarung oleh sekelompok remaja tersebut.
Melainkan hanya sarung yang ujungnya ditalikan serta seutas ikat pinggang yang dijadikan senjata para remaja itu.
"Jadi belum ada indikasi ke unsur pidana. Dia memang menggunakan sarung tapi tidak berisi alat pemberat baik batu atau lainnya,” jelasnya.
Saat diinterogasi mereka menjawab hendak mencari seseorang karena baru saja dibuntuti oleh orang tak dikenal. Polisi menyebut itu hanyalah sebuah modus para remaja itu, sebab mereka berkeliling kampung sambil menggeber-geberkan mesin kendaraannya.
"Jadi karena belum terbukti unsur pidana, mereka wajib lapor Senin sama Kamis. Rencana besok (hari ini) kami undang pihak sekolah, perangkat desa, dukuh tempat domisili para anak-anak yang terlibat," ujarnya.
Pihak sekolah maupun perangkat desa serta orang tua diminta mengawasi dengan serius para anak-anak yang terlibat aksi kekerasan jalanan, maupun yang mengganggu keamanan masyarakat.
Lurah Banyuraden, Sudarisman, saat dikonfiemasi mengaku belum mengetahui kejadian tersebut. Para perangkat desa setempat maupun warga sekitar belum memberikan informasi terkait kejadian itu. "Belum ada yang infokan ke saya. Saya malah belum tahu," ucapnya.
Tindakan tegas
Kapolresta Sleman akan menindak tegas pelaku perang sarung yang meresahkan masyarakat. Perang sarung lazim dilakukan sekelompok remaja ketika sesudah salat tarawih hingga menjelang waktu sahur.
Fenomena ini menjadi perhatian khusus jajaran kepolisian. "Kalau sarung itu diisi batu atau benda keras lainnya itu sudah termasuk senjata kan. Jadi jika dipukulkan ke orang jelas kan itu tindakan apa? Kami akan tindak tegas, proses hukum," kata Kaplolresta Sleman, Kombes Aris Supriyono, Minggu (26/3).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pelaku-Pengeroyokan-di-Bumijo.jpg)