Berita Purworejo

Kisah AF Pengamen Bus Jadi Ketua Gerombolan Copet Massal di Purworejo

Tak dapat dipungkiri, urusan ekonomi kerap dijadikan dalih untuk melakukan tindakan kejahatan bagi segelintir orang, termasuk AF alias Ali Fadli (47),

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Dewi Rukmini
Polres Purworejo menangkap Ali Fadli (paling tinggi depan) dan 9 tersangka lain yang terlibat dalam aksi pencopetan saat malam konser Purworejo Spektakuler beberapa waktu lalu, Senin (06/03/2023). 

Dalam melancarkan aksi, mereka bekerja sama secara berkelompok.

Ada orang yang membuat keributan sehingga mengalihkan perhatian mangsanya.

Kemudian orang lain bertindak sebagai pencopetnya dan langsung mengoper handphone yang didapat itu ke belakang, lokasi teman lainnya berjaga. 

"Saat itu saya dapat enam HP. Sistemnya begitu ambil langsung lempar ke belakang," ujarnya. 

Selanjutnya, sebelum acara konser selesai, mereka bergegas meninggalkan kerumunan massa dan memasuki mobil carter.

Di dalam mobil tersebut sudah ada supir dan istri salah satu pelaku yang kemudian polisi tetapkan sebagai saksi. 

"Saya kurang mengerti kemarin ketangkap polisi dimana. Soalnya saat itu saya tidur," tutupnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Khusen Martono, mengatakan pihaknya berhasil menangkap pelaku saat melarikan menggunakan mobil Elf berplat AG 7481 K. 

"Saat penangkapan, kami minta bantuan Polres Kulon Progo dan berhasil mengamankan 12 orang dan 34 handphone. Kemudian, kami lakuakn pemeriksaan dan menetapkan 10 orang sebagai tersangka dan dua orang kita kembalikan karena tidka terlibat dalam perkara," ungkapnya.

Identitas dari sepuluh tersangka itu adalah Ali Fadli (47), Sugianto (47), Mauli Rahmad (39), Beny Wahyudi, Anton Raharjo (23), Deva Aditya Atmajaya (23), Erwan Setiyono (40), Heru Krisbowo (27), dan Mokhamad Fahrul Ramadhan (28) warga Malang, serta Adi Bandung (38) warga Kediri. 

Lebih lanjut, AKP Khusen menyebut, para tersangka merupakan sindikat pencopet yang beraksi secara kelompok.

Mereka memang sengaja mendatangi konser-konser besar untuk melancarkan aksinya.

Menurutnya, kelompok tersebut diketuai oleh tersangka Ali Fadli. 

"Dari pengakuan tersangka memang sindikat dan dia itu lihat ada konser besar lalu berangkat bersama-sama. Sistem kerjanya di lapangan juga berkelompok. Ada dua kelompok berisi 5 orang, ada yang berperan mengambil, ada yang memepet korban, ada yang membawa hasil curian. Jadi sistem kerjanya tim," terangnya.

Puluhan ponsel dari berbagai merek semisal Samsung, Oppo, Vivo, Realme, Xiaomi, Iphone, dna Infinix pun dijadikan barang bukti kepolisian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved