Berita Purworejo

Kisah AF Pengamen Bus Jadi Ketua Gerombolan Copet Massal di Purworejo

Tak dapat dipungkiri, urusan ekonomi kerap dijadikan dalih untuk melakukan tindakan kejahatan bagi segelintir orang, termasuk AF alias Ali Fadli (47),

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Dewi Rukmini
Polres Purworejo menangkap Ali Fadli (paling tinggi depan) dan 9 tersangka lain yang terlibat dalam aksi pencopetan saat malam konser Purworejo Spektakuler beberapa waktu lalu, Senin (06/03/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Tak dapat dipungkiri, urusan ekonomi kerap dijadikan dalih untuk melakukan tindakan kejahatan bagi segelintir orang, termasuk AF alias Ali Fadli (47), warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Beralasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pria paruh baya itu nekat mencopet puluhan handphone saat gelaran konser Purworejo Spektakuler pada Jumat (24/2/2023) lalu.

Tak tanggung-tanggung, aksi nekat itu ia lakukan bersama sekelompok orang yang berasal dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Baca juga: PSS Sleman Kalah 0-1 dari Bhayangkara FC, Ini Kata Pelatih Seto Nurdiyantoro

Mereka menempuh jarak ratusan kilometer dari Kabupaten Malang, Jawa Timur menuju Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, untuk melancarkan aksinya.

Mereka mengetahui adanya gelaran konser yang menghadirkan Denny Caknan, NDX AKA, Ngatmombilung, dan Kotak Band itu dari pamflet di media sosial. 

"Saya tahu kalau di Purworejo ada konser dari pamflet di media sosial," kata Ali saat gelaran Jumpa Pers Polres Purworejo, Senin (6/3/2023).

Pria yang berprofesi sebagai pengamen di bus-bus Surabaya itu mengaku baru sekali melakukan aksi pencopetan massal.

Ia bahkan berdalih tidak mengenal tersangka lain yang ikut beraksi malam itu. 

"Enggak sering bergabung dan tidak kenal sama yang lain (tersangka). Dulu saya cuma ngamen saja di bus-bus Surabaya," ucapnya. 

Ali bercerita, keterlibatannya bermula saat salah satu orang dalam gerombolan itu bertanya dan meminta tolong untuk dicarikan mobil carteran (sewa).

Kebetulan kala itu, Ali mengenal supir mobil carter tersebut dan menyewa seharga Rp400 ribu sehari. 

Lalu entah bagaimana, Ali ikut dalam kelompok itu.

Mereka berangkat dari Kabupaten Malang sekitar pagi hari dan sampai di kawasan Kabupaten Purworejo sekitar sore.

Di tengah perjalanan, mereka sempat beristirahat di SPBU dan membaur dengan penonton konser begitu malam datang. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved