Bunda, Begini Cara Menangani Kulit Sensitif pada Bayi, Cek Dulu Tanda-tandanya
Bunda, sebagian besar bayi yang baru lagi memiliki kulit yang sangat halus dan lembut. Bahkan, tidak jarang, ada bayi yang kulitnya ekstra sensitif.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Hal itu karena mungkin saja kandungan alami tersebut justru menjadi alergen bagi bayi dengan alergi-alergi tertentu.
4. Tidak gunakan sabun antibakteri pada bayi
Jangan pernah menggunakan sabun antibakteri pada bayi.
Seberapa pun khawatirnya Anda, bahwa si kecil akan terinfeksi kuman dan bakteri, bila tidak menggunakan sabun antibakteri.
Sebagian besar sabun antibakteri memiliki bahan kimia tambahan seperti triclosan, yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering lagi.
Kulit yang kering dapat memudahkan timbulnya alergi, iritasi maupun infeksi pada kulit.
5. Hindari poduk perawatan bayi beraroma
Biasanya walau aroma-aroma tersebut sangat wangi dan menyenangkan, itu artinya produk tersebut sudah ditambah dengan berbagai macam bahan kimia yang mungkin bisa menjadi alergen bagi bayi dengan kulit ekstra sensitif.
6. Gunakan pelembab setelah mandi secara teratur
Penggunaan pelembab bukan saja melembabkan kulit, tapi dapat melindungi kulit dari berbagai bahan yang dapat memicu alergi atau iritasi.
Sebaiknya, pelembab sudah dioleskan dalam 5 menit sesudah mandi (saat kulit masih lembab).
Coba dulu sedikit produk perawatan kulit di lengan bayi. Tunggu 1-2 jam untuk melihat adakah reaksi kulit yang terjadi.
7. Gunakan popok berdaya serap tinggi
Si kecil sering ruam di pantat? Maka, inilah waktu yang tepat untuk memburu popok yang memiliki daya serap tinggi, seperti Makuku, misalnya.
Produk itu memiliki pH yang aman untuk kulit sehat, yakni di angka 5,9.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-bayi-sedang-ganti-popok.jpg)