Berita Pendidikan Hari Ini
UGM Buka 9.302 Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru 2023
Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka kuota lebih dari 9.000 kursi untuk mahasiswa baru. “UGM merencanakan kuota totalnya sekitar 9.302 mahasiswa
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka kuota lebih dari 9.000 kursi untuk mahasiswa baru.
“UGM merencanakan kuota totalnya sekitar 9.302 mahasiswa. Informasi terkait kuota ini bisa dilihat di website um.ugm.ac.id,” ungkap Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D selaku Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Rabu (22/2/2023).
Dia menjelaskan, berdasarkan peraturan menteri terkait komposisi penerimaan mahasiswa sendiri, untuk SNBP dan SNBT itu 30 persen kemudian UM tadi ada 40 persen.
“Informasi seputar seleksi mahasiswa baru akan selalu di-update dalam laman resmi UGM dan media sosial,” tuturnya.
Baca juga: Balai Tekkomdik Gelar Diseminasi untuk Perkuat Transformasi Digital di DIY
Sehingga diharapkan, calon mahasiswa selalu memperhatikan informasi terkait seluruh rangkaian seleksi masuk melalui sumber resmi UGM.
Dia melanjutkan, UGM sendiri tidak hanya melaksanakan dua jalur seleksi nasional, Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Ada tiga proses seleksi masuk secara mandiri, yaitu Pemilihan Bibit Unggul Berprestasi (PBUP), Ujian Mandiri (UM) atau tes berbasis komputer, dan International Undergraduate Program.
“Hampir seluruh fakultas menawarkan program IUP yang akan diseleksi melalui tiga gelombang. Rencananya, gelombang 1 dan 3 dilaksanakan secara luring, sedangkan gelombang 2 dilaksanakan melalui daring,” tukasnya.
Ketua Pelaksana Eksekutif Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof. Budi P. Widyobroto menambahkan tahun ini, memang ada perbedaan mendetail dari sistem sebelumnya, khususnya terletak pada badan pelaksana dan kategori peserta.
“Mulai tahun 2023 ini, proses seleksi tidak lagi dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), tapi oleh BP3 (Badan Pengelola Pengujian Pendidikan),” bebernya.
Selain itu, tahun ini baik jalur SNBP ataupun SNBT itu adek-adek SMA yang masuk ke perguruan tinggi itu diizinkan untuk memilih program studi di PTN walaupun dia dari jurusan apapun di PTN-nya
Perbedaan sistem ini memungkinkan siswa untuk mendaftar program studi yang tidak linear dengan jurusan sebelumnya.
Tidak hanya itu, jalur seleksi melalui tes juga tidak lagi terbagi menjadi klaster saintek dan soshum, melainkan terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS), literasi bahasa Indonesia dan Inggris, serta penalaran matematik.
Baca juga: Balai Tekkomdik Gelar Diseminasi untuk Perkuat Transformasi Digital di DIY
“Harusnya kan memang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi itu in-line. Saat ini sekolah dan perguruan tinggi sudah melaksanakan program kampus merdeka, namun dalam proses seleksinya ini yang belum,” terang dia.
“Maka, asumsinya di kementrian berdasarkan kajian, adalah seseorang yang memiliki nilai TPS yang baik, kemampuan literasi dan penalaran matematika yang baik, itu sudah cukup untuk mendaftar seluruh prodi di perguruan tinggi,” jelas Budi. (Ard)
Catatan Pakar UGM tentang Makan Bergizi Gratis Budget Rp 10 Ribu: Masaknya Dekat Sekolah |
![]() |
---|
PMB PTKIN 2025 Mulai Dibuka, Diikuti 59 Kampus termasuk UIN Sunan Kalijaga |
![]() |
---|
Guru Besar UGM Raih Penghargaan dari Pemerintah Prancis |
![]() |
---|
Uji Coba Makan Bergizi Gratis, Siswa SD Muhammadiyah Suronatan Antusias |
![]() |
---|
Disdik Sleman Gelar Festival Komunitas Belajar 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.