Bung Karno Inspiratif, Pantang Menyerah Melawan Penjajahan
Di Gedung Indonesia Menggugat inilah, sosok proklamator RI, Ir Soekarno membacakan pledoi atau pembelaan setelah dirinya dipenjara oleh Belanda
Selain itu kunjungan ke rumah HOS Tjokroaminoto, lalu ke Ngawi rumah Ketua BPUPKI dr Radjiman Wediodiningrat dan ke Bali melihat Istana Tampaksiring, dan juga Perpustakaan Bung Karno di Blitar sekaligus ziarah makam Proklamator RI.
"Menghormati sejarah kelahiran Pancasila, kita berkunjung ke Gedung Indonesia Menggugat di Bandung dan napak tilas ke Bancey, tempat Soekarno dipenjara oleh Belanda," kata Eko Suwanto.
"Gedung Indonesia Menggugat ini mengingatkan kembali bagaimana daya tahan dan daya juang Bung Karno, kala melahirkan PNI dan harus mendekam di penjara selama 8 bulan sebelum disidangkan oleh pemerintah Belanda," lanjut Eko.
Sosok Bung Karno, adalah figur tokoh bangsa yang inspiratif yang menggelorakan semangat juga daya juang.
Sebagai teladan tokoh bangsa, sosok Bung Karno penting dihikmati kembali oleh pejabat daerah, pemuda dan media di masa kini yang terus menggelorakan ke-Indonesiaan.
"Semangat yang hebat dalam situasi tidak mudah, dengan pertolongan Gusti Allah waktu berhadapan dengan penjajah lalu disidangkan oleh Belanda tentu tidak mudah," kata Eko.
"Bagaimana harus di buang ke Ende, Bengkulu. Inilah yang penting terus digelorakan oleh generasi muda, bagaimana jaga ke-Indonesiaan. Bagaimana situasi saat bacakan Indonesia Menggugat dalam sidang. Ini inspirasi dan semangat yang perlu dicontoh. Ada daya tahan, kala membacakan pembelaan atau pledoi Indonesia Menggugat," lanjut Eko.
Melalui kunjungan ke objek wisata sejarah bersama media ke Gedung Indonesia Menggugat diharapkan bisa memberikan semangat dan gambaran situasi lokal, regional, dan internasional di dalam pledoi yang ditulis dan dibacakan oleh Bung Karno.
Pembelaan atas tuduhan pemerintah Belanda ditulis di penjara di masa itu. Tak ada laptop, wifi maupun internet kala pembelaan ditulis namun isi Indonesia Menggugat sangat bermakna, ada kekuatan saat penulisan.
"Luar biasa hebat dan Indonesia Menggugat ingatkan generasi sekarang agar terus berjuang untuk Indonesia. Kita tak boleh hanya jadi pasar, dalam cengkeraman kapitalisme, buruh murah dan jadi bangsa kuli, kuli di antara bangsa dan bagaimana bahaya neo kolonial dan imperialisme".
"Indonesia masih harus berjuang melawan berbagai penindasan yang ada. Pesan Bung Karno, kapitalisme dan neo-kolonialisme masih ada dan perjuangan belum selesai. Kita semua ingat di tahun 1955 di Bandung ini ada Konferesi Asia Afrika yang melahirkan banyak kemerdekaan bangsa Asia dan Afrika," kata Eko Suwanto.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bung-Karno-Inspiratif-Pantang-Menyerah-Melawan-Penjajahan.jpg)