Berita Klaten Hari Ini

Luas Tanam Rojolele Srinuk di Klaten Diperluas hingga 1.000 Hektare

Luas tanam seluas 1.000 hektare itu akan menghasilkan sekitar 6.500 ton setara beras.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Almurfi Syofyan
Sejumlah petani saat mengecek tanaman padi di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Selasa (14/2/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Luas tanam beras unggulan Kabupaten Klaten , Jawa Tengah, Rojolele srinuk ditarget bakal diperluas hingga 1.000 hektare pada tahun 2023 ini.

Hal itu diungkapkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten demi memenuhi tingginya permintaan pasar atas beras kualitas premium tersebut.

"Minimal luas tanamnya sekitar 1.000 hektare tahun ini, namun nanti juga dihubungkan dengan pasar agar pemasaran makin luas," ujar Kepala DKPP Klaten , Widiyanti, Rabu (15/2/2023).

Ia menjelaskan, luas tanam seluas 1.000 hektare itu akan menghasilkan sekitar 6.500 ton setara beras.

Baca juga: DKPP Prediksi Ketersediaan Beras di Klaten Aman Sampai 7 Bulan ke Depan

Artinya, jumlah itu sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) yang diminta untuk mengkonsumsi beras asli Klaten itu.

Menurutnya, dengan luas tanam 1.000 hektare itu terjadi peningkatan luas tanam bila dibandingkan dengan tahun 2022 lalu yang sekitar 700 hektare.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan ASN di Klaten , sebenarnya dengan luas tanam sekitar 300 hektare saja sudah cukup.

Namun, karena tingginya minat konsumen akan beras pulen kualitas premium itu, pihaknya terpaksa menambah luas tanam Rojolele srinuk tersebut.

Baca juga: Beras Rojolele Srinar dan Srinuk Klaten Semakin Diburu, Harga Capai Rp 15 Ribu per Kilogram

Adapun untuk harga beras tersebut di pasaran saat ini dihargai Rp 15 ribu per kilogram.

Seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Srago Klaten , Atik (36) menyebut setiap hari penjualan beras srinuk di warungnya mencapai 50 kilogram.

Namun sejak satu pekan terakhir stok beras premium tersebut menghilang di pasaran.

"Permintaannya tinggi, kalau harganya Rp 15 ribu per kilo kita jual," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved