Berita Klaten Hari Ini

DKPP Prediksi Ketersediaan Beras di Klaten Aman Sampai 7 Bulan ke Depan

Panen beras pada Februari dan Maret seluas sekitar 19.000 hektare sawah akan menghasilkan sekitar 74.000 ton setara beras.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Almurfi Syofyan
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat panen raya beras Rojolele Srinar dan Srinuk di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Stok atau ketersediaan beras bagi masyarakat Kabupaten Klaten , Jawa Tengah diprediksi aman sampai tujuh bulan ke depan.

Hal itu ditegaskan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten meski saat ini cuaca di Klaten sering tak menentu.

Menurut DKPP, pada bulan Januari 2023, sekitar 4.500 hektare tanaman padi yang ada di wilayah itu sudah di panen.

"Untuk bulan februari kita ada sekitar 7.000 hektare dan maret ada 12.055 hektare jadi nanti maret kita panen raya," ucap Kepala DKPP Klaten , Widiyanti, Minggu (5/2/2023).

Baca juga: Satu Bangunan SD di Cawas Klaten Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Dengkeng

Ia menjelaskan, panen beras pada Februari dan Maret seluas sekitar 19.000 hektare itu akan menghasilkan sekitar 74.000 ton setara beras.

Adapun kebutuhan beras bagi masyarakat di Klaten setiap bulannya hanya sekitar 9.400 ton.

"Kebutuhan beras kita hanya 9.400 ton setiap bulan sehingga hasil panen itu bisa memenuhi enam sampai tujuh bulan ke depan," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan beras bagi warga Klaten, dengan luas tanam sekitar 2.500 hektare per bulan saja sebenarnya sudah cukup.

Namun karena Klaten bagian dari lumbung beras di Jawa Tengah maka luas tanaman padi terus diperluas untuk membantu ketersediaan beras di wilayah sekitar.

"Dengan luas tanah 2.500 hektare sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Klaten ," imbuhnya.

Baca juga: Hujan Disertai Angin Kencang di Klaten Bikin Pohon Tumbang hingga Tangul Jebol

Disamping itu, lanjut Widiyanti naiknya harga beras di pasaran perlu disikapi dengan bijaksana.

Sebab, pada satu sisi menguntungkan bagi petani dan sisi lainnya konsumen merasa keberatan.

"Namun ini kenaikan harga disikapi dengan berbagai sikap dari masyarakat, yang jelas dari Bulog apabila ada kenaikan harga di pasaran mereka siap lakukan operasi pasar," imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Klaten , Sri Mulyani mengatakan juga akan memperluas areal tanam beras asli Klaten yakni varietas rojolele srinar dan srinuk.

"Kita jalan terus, tahun ini ada pembagian benih (rojolele srinar dan srinuk) pada kelompok tani yang sasaran kami yang petani kurang mampu ya," tukasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved