Peneliti Ungkap Ada Sesar Mataram di Yogyakarta, Ini Tanggapan Stasiun Geofisika BMKG Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk salah satu lokasi yang mengalami perubahan potensi kegempaan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
dok.Tribun Timur
Ilustrasi gempa bumi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Profesor riset dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Danny Hilman Natawidjaja, melalui diskusi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada November 2022 silam pernah berbicara adanya perubahan peta kegempaan nasional.

Pernyataan itu disampaikan dalam penyelenggaraan workshop nasional 'Perkembangan Terkini Pemutakhiran Peta Sumber Dan Bahaya Gempa Indonesia' yang dilaksanakan secara hybrid di Jakarta, pada Kamis-Jumat (29-30/11/2022). 

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk salah satu lokasi yang mengalami perubahan potensi kegempaan.

Menurut Profesor Hilman, di wilayah Yogyakarta ada yang dikenal sebagai Sesar Opak yang menyebabkan gempa tahun 2006. 

Hasil pengamatannya, telah ditemukan  sesar baru yaitu Sesar Mataram. 

Pihaknya telah melakukan studi survey geolistrik dan pemetaan berdasarkan morfologi.

Menurutnya Sesar Mataram ini berasosiasi dengan opset stream tetapi belum ada studi yang lebih detail mengenai hal itu.

Sesar tersebut diklaim berada di Kabupaten Sleman.

Menanggapi hal itu, Staf Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sleman, Ayu K Ekarsti mengatakan penitian Profesor Hilman memang sudah terdengar hingga ke BMKG.

Akan tetapi informasi secara formal belum diterima oleh Stasiun Geofisikan BMKG Sleman.

"Kami BMKG lihatnya dari kacamata kegempaan. Biasanya kegempaan terjadi di sekitar lokasi sesar," kata Ayu, Senin (13/2/2023).

Berdasarkan peta kegempaan yang dimiliki BMKG, di DIY hanya ada dua sesar yakni sesar Opak dan sesar Oyo.

Dua sesar inilah yang kerap memunculkan aktivitas gempa termasuk gempa pada 2006 silam di Yogyakarta.

"Sampai saat ini kami belum memperoleh informasi kegempaan di daerah yang diduga dilintasi Sesar Mataram," ujarnya.

Dengan demikian, Stasiun Geofisika BMKG Sleman belum meyakini jika Sesar Mataram telah aktif dan berpotensi menimbulkan gempa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved