Politik Global

Memoar Shinzo Abe Tunjukkan Dia Menentang AS yang Memusuhi Rusia

Sebuah memoar almarhum Shinzo Abe menunjukkan pada forum G7 di Brussel 2014, PM Jepang dan sejumlah pemimpin Eropa menentang AS terkait Rusia.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga

TRIBUNJOGJA.COM, TOKYO - Para pemimpin Jepang, Prancis, Jerman, dan Italia menentang pemberlakuan sanksi terhadap Rusia pada pertemuan G7 di Brussel pada 2014.

Keterangan itu muncul dalam sebuah memoar anumerta oleh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Memoar yang ditulis dalam bentuk wawancara yang direkam dari Oktober 2020 hingga Oktober 2021 itu diterbitkan awal pekan ini.

Alasan KTT yang dimaksud adalah situasi dengan Krimea, yang menurut hasil referendum 2014, menjadi bagian dari Rusia, serta dikeluarkannya negara tersebut dari G8.

Dalam buku tersebut, Abe mengenang pertemuan di Brussel. Presiden AS saat itu Barack Obama mengambil sikap keras terhadap Rusia.

Baca juga: SHINZO ABE di Mata Rekan Kerja, Sosok yang Hangat dan Loyal pada Teman, Tapi Keras pada Musuh

Baca juga: DETIK-DETIK Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak hingga Meninggal Dunia di RS

Baca juga: Inilah Wajah Tersangka Penembakan Mantan PM Jepang Shinzo Abe

Obama secara pribadi menyerahkan kepada para peserta KTT sebuah dokumen yang berisi beberapa poin sanksi terhadap Moskow, sebuah langkah yang mengejutkan semua orang yang hadir.

"Masing-masing negara Eropa terhubung secara ekonomi dengan Rusia, jadi mereka memperlakukan sanksi dengan hati-hati," kata Abe dalam memoar tersebut.

Setelah sikap sangat hati-hati terhadap dokumen Obama diungkapkan oleh Presiden Prancis saat itu, Francois Hollande, mantan Kanselir Jerman Angela Merkel meminta Abe untuk berbicara.

Mantan PM Jepang mendesak semua orang yang berkumpul untuk menghindari perpecahan di G7, "yang akan berarti akhirnya," dan membahas masalah sanksi untuk setiap negara secara terpisah, dengan cara kerja.

Menurut Abe, Merkel memberi tahu Obama apakah akan lebih baik mengumpulkan surat-surat yang menguraikan sanksi Rusia.

Setelah itu Presiden AS saat itu dengan tergesa-gesa melewati para pemimpin dan mengumpulkan dokumen-dokumen itu.

Shinzo Abe merupakan perdana menteri terlama di Jepang, berkuasa dari 2006–2007 dan dari 2012–2020.

Dia terluka parah oleh tembakan seorang pria berusia 41 tahun saat memberikan pidato kampanye untuk seorang kolega di kota Nara pada 8 Juli 2022.

Politisi itu meninggal dan kemudian, dikremasi sebelum dimakamkan di sebuah kuil Buddha pada 12 Juli, yang dihadiri oleh 26.000 orang.

Tetsuya Yamagami, pelaku penembakan mantan PM Jepang Shinzi Abe ditangkap polisi tak lama usai melakukan aksinya, Jumat (8/7/2022). Polisi Jepang mengungkapkan pelaku penembakan terhadap mantan PM Jepang Shinzo Abe adalah Tetsuya Yamagami, mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim.
Tetsuya Yamagami, pelaku penembakan mantan PM Jepang Shinzi Abe ditangkap polisi tak lama usai melakukan aksinya, Jumat (8/7/2022). Polisi Jepang mengungkapkan pelaku penembakan terhadap mantan PM Jepang Shinzo Abe adalah Tetsuya Yamagami, mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim. (Foto Istimewa/Richard Susilo)

Motif Pembunuhan Abe

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved