Gempa Turki
Info Terkini Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Sudah Dekati 18.000 Orang
Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebutkan korban meninggal akibat gempa Turki melewati 14.000 orang. Di Suriah korban jiwa melampaui 3.000 orang.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
news update
- Presiden Turki Tayyip Erdogan mengunjungi kota Gaziantep yang sebagian besar Gedung-gedung huniannya hancur
- Erdogan menyebutkan korban tewas di Turki telah melampaui 14.000 orang. Korban luka lebih dari 60.000
- Data sementara korban tewas di Suriah melewati 3.000 orang. Masih ada ratusan hingga ribuan orang belum ditemukan
- Sanksi dan blokade AS dan sekutunya terhadap Suriah membuat warga negara itu semakin menderita karena bantuan internasional terhambat
- Iran, Irak, Rusia, Emirat Arab, Yordania, Bahrain, India, China mengalirkan bantuan darurat ke Suriah
TRIBUNJOGJA.COM, GAZIANTEP – Korban tewas akibat gempa bumi di Turki dan Suriah bergerak mendekati 18.000 orang per Kamis (9/2/2023) petang WIB.
Presiden Turki Tayyip Erdogan menyebutkan, setidaknya 14.000 kematian telah dilaporkan di wilayah Turki. Sementara 3.162 orang telah meninggal di Suriah.
Jumlah korban tewas kemungkinan akan terus meningkat, karena begitu banyaknya wilayah dan reruntuhan bangunan yang belum dijangkau tim penyelamat.
Sementara korban luka-luka dari ringan hingga berat mencapai 63.000 orang di berbagai wilayah Turki yang palig parah terdampak bencana.
Tayyip Erdogan mengunjungi Gaziantep, kota cukup besar yang berlokasi dekat perbatasan Suriah-Turki.
Baca juga: GEMPA TURKI: WNI Asal Bali dan Anak Berumur 1 Tahun Meninggal Tertimbun Reruntuhan
Baca juga: WHO Prediksi Jumlah Korban Gempa Turki Bisa Naik Delapan Kali Lipat
Baca juga: Kisah Haru Mariam dan Illaf, Dua Anak Terperangkap 36 Jam di Reruntuhan Gempa Suriah, Viral Medsos
Dia mengatakan lebih dari 6.400 bangunan telah hancur, dan menjanjikan pembangunan gedung baru berlantai tiga dan empat di wilayah tersebut dalam waktu satu tahun.
Kondisi di Suriah, terutama di wilayah yang dikontrol pemerintah Damaskus, sangat memprihatinkan karena sulitnya akses bantuan luar.
Dampak Blokade Amerika
Sanksi dan blokade AS dan sekutunya terhadap Suriah benar-benar menghambat pasokan bantuan, meninggalkan ribuan orang menderita di bawah reruntuhan dan daerah yang berhawa sangat dingin.
Seteah menanggung luka perang brutal selama 12 tahun, embargo dan blokade yang dijatuhkan Washington meniadakan upaya bantuan terutama di daerah yang paling parah dilanda gempa.
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan sanksi kejam AS terhadap Suriah menghambat operasi kemanusiaan.
Hal ini diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal IFRC untuk Koordinasi Operasi, Xavier Castellanos, kepada Sputnikn.
"Sanksi memang memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan ini. Jika saya meringkas, (itu) menaikkan harga pada semua yang kami lakukan, kadag-kadang menimbulkan ketakutan,” katanya.
Bantuan kemanusiaan pertama kali ke Suriah datang dari Irak, Iran, dan Rusia. Terutama ke wilayah Aleppo, Latakia, Hama dan sekitarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/turki-gempa-oh.jpg)