Berita Pendidikan Hari Ini
Ribuan Mahasiswa UMY Dapat Kartu Patihan Ilustrasi Gratis dari Bebas Jam Kerja
Total ada 20 ribu voucher pelatihan yang dibagikan cuma-cuma oleh pihak Bebas Jam Kerja kepada mahasiswa
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY ) mendapat peluang cuma-cuma mengakses pelatihan pembuatan ilustrasi menggambar marchandise dari platform start up Bebasjamkerja.com.
Total ada 20 ribu voucher pelatihan yang dibagikan cuma-cuma oleh pihak Bebas Jam Kerja kepada mahasiswa di sana.
Direktur Utama Bebas Jam Kerja , Andi Pratama, mengatakan pelatihan yang diberikan berupa video edukasi pelatihan pembuatan ilustasi marchandise dan pembuatan ilustrasi buku anak.
"Jadi ini pelatihan berupa video edukasi berdurasi enam jam. Materinya tentang cara pembuatan menggambar ilustrasi marchandise dan ilustrasi buku anak-anak," katanya, seusai acara penandatanganan komitmen di UMY , Jumat (3/2/2023).
Baca juga: Sempat Viral di Medsos, Ini Penjelasan Lengkap tentang Inovasi KKN UMY di Arab Saudi
Dia mengatakan, ilustrator buku anak-anak sangat banyak dibutuhkan lantaran perannya sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak saat membaca buku.
"Jadi dengan ilustrasi naskah buku anak bisa menjadi lebih hidup," ujarnya.
Andi mengatakan, per satu kelas berisi 10 ribu calon penerima voucher pelatihan ilustrasi gratis.
"Total ada dua kelas, jadi kami sediakan 20 ribu voucher gratis. Selain UMY kami juga memberikan ke mahasiswa UII," terang dia.
Tujuan pemberian pelatihan gratis itu supaya mahasiswa dapat produktif dan mampu menciptakan sebuah karya yang memiliki nilai jual.
Diungkapkan Dian, dalam waktu dekat Bebas Jam Kerja juga akan merambah ke kalangan masyarakat umum.
"Tapi untuk masyarakat umum kami berbayar sekitar Rp125 ribu sampai Rp425 ribu per enam jam. Khusus mahasiswa kali ini gratis. Supaya mereka bisa ada usaha sampingan dan mandiri," ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan semacam itu sangat berdampak besar bagi pelaku UMKM di Yogyakarta.
"Potensinya di Jogja ini sangat besar. Mungkin ke depan kami akan merambah ke sana," terang dia.
Penyerahan voucher pelatihan itu juga bersamaan dengan penandatanganan komitmen antara UMY dengan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja.
Direktur Eksekutif Manajemen Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengatakan kualitas pelatihan saat ini jauh berbeda dengan pelaksaan pelatihan Prakerja pada saat pandemi Covid-19.
Terdapat sejumlah indikator serta metode pelatihan yang diubah dari semula online menjadi offline.
Baca juga: UMY Terjunkan KKN ke Cianjur, Dorong Mahasiswa Pahami Realitas Masyarakat
Ia juga mengatakan jika ada serangkaian seleksi yang berlangsung ketat nantinya guna memastikam kualitas pelatihan yang optimal.
"Ada puluhan indikator asesmen lembaga pelatihan dan pelatihan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk ke ekosistem Kartu Prakerja. Persaingannya sangat ketat, rata-rata hanya 30-an persen pelatihan yang lolos," katanya.
"Untuk melakukan proses asesmen ini, kami dibantu asesor pelatihan dari lembaga-lembaga pendidikan terbaik di Indonesia yang bersifat independen," sambung Denni.
Rektor UMY , Prof Gunawan Budianto, berharap dari kegiatan kali ini sisi Softskill sosial mahasiswa dan lulusan UMY semakin terasah.
Para mahasiswa diharapkan lebih akrab dengan ekosistem digital, sebab apabila tidak dimulai dari sekarang, Gunawan khawatir para mahasiswa UMY akan tersisihkan.
"Ini keuntungan untuk alumni dan mahasiswa kami, karena akan mendapatkan wawasan baru dalam prakerja. Ada banyak pekerjaan yang berubah karena adanya teknologi digital. Harus dikenalkan agar mereka jadi pemain aktif. Mahasiswa bukan menjadi aktif pencari kerja tapi pencipta kerja," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ribuan-Mahasiswa-UMY-Mendapat-Kartu-Patihan-Ilustrasi-Gratis-dari-Bebas-Jam-Kerja.jpg)