Berita Sleman Hari Ini

Waspada Kasus Penculikan Anak, Disdik Sleman Keluarkan Surat Edaran 

Disdik Kabupaten Sleman telah mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan pada pencegahan kasus penculikan anak. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabar soal kasus dugaan percobaan penculikan anak belakangan ini ramai beredar di Kabupaten Sleman .

Sehubungan dengan persoalan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman telah mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan pada pencegahan kasus penculikan anak. 

"Betul (Disdik Sleman keluarkan surat edaran)," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman , Ery Widaryana, Rabu (1/2/2023). 

Dalam surat edaran bernomor 330/0603 tersebut, seluruh satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dimohon agar melakukan peningkatan kewaspadaan pada pencegahan kasus penculikan anak.

Ada enam poin dalam surat edaran yang dikeluarkan per-31 Januari 2023 itu.

Baca juga: Tiga Anak SD di Maguwoharjo Sleman Nyaris Jadi Korban Penculikan, Ini Kronologinya

Antara lain, meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pengawasan, perlindungan dan pengamanan di lingkungan sekolah masing-masing.

Khususnya terhadap orang asing atau orang tidak dikenal dengan gerak-gerik yang mencurigakan. 

Memberikan sosialisasi dan arahan terhadap siswa agar berhati-hati berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.

Selanjutnya, sekolah harus mengefektifkan peran keamanan sekolah dan guru untuk memantau siswa khususnya di jam istirahat, pulang sekolah dan jam ekstra kurikuler. 

"Sekolah harus menugaskan guru untuk mengawasi siswa selama menunggu jemputan," tulisnya, dalam edaran tersebut.

Selain itu, Disdik Sleman juga meminta sekolah menjalin komunikasi yang efektif dengan orangtua siswa, dan mengenali keluarga siswa yang menjemput saat pulang sekolah.

Terakhir, sekolah harus menghubungi orangtua siswa jika terjadi keterlambatan penjemputan.

Menurut Ery, sejauh ini baru ada satu laporan dugaan percobaan penculikan terhadap anak di Kabupaten Sleman .

Laporan tersebut dari sebuah SD Negeri di Maguwoharjo. 

"(Laporan) baru satu itu. Tentunya juga peringatan juga bagi orang tua karena kejadian di hari libur anak tidak sekolah," katanya. 

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan percobaan penculikan di Kabupaten Sleman dikabarkan menimpa 3 siswa SD Negeri di Maguwoharjo.

Percobaan penculikan itu terjadi pada Minggu (29/1/2023) siang, sekira pukul 10.00- 11.00 siang.

Saat itu ketiga anak sedang berjalan pulang di Jalan Kadisoka- Banjeng selepas kegiatan pengajian di Sekolah.

Ketiga anak tersebut kebetulan warga Kanoman-Banjeng.

Di tengah perjalanan pulang dengan berjalan kaki, ketiga anak itu dicegat oleh dua orang tak dikenal yang mengaku sebagai teman bapaknya.

Terduga pelaku juga mengoleskan cairan merah di badan dua dari tiga anak tersebut, dan mengajaknya pergi. 

Efek cairan merah tersebut membuat si anak tidak sadar.

Beruntung ada satu anak yang tidak diolesi cairan masih sadar, dan mengajak teman-temannya berlari ke rumah sehingga aksi percobaan penculikan tersebut gagal. 

Baca juga: Disdik Sleman Antisipasi Aksi Penculikan dengan Memberikan Imbauan ke Pihak Sekolah

Belakangan, muncul juga kabar seorang anak SD di Margodadi, Kapanewon Seyegan yang diberi permen orang misterius.

Setelah di makan, anak tersebut mengalami pusing dan mual. 

Kapolsek Seyegan AKP Mujiyono melalui Kanit Reskrim Polsek Seyegan, Iptu Agus Suparno menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa di SDN Gendengan tersebut terjadi pada 26 Januari 2023 sekira pukul 09.00 WIB.

Korban berinisial MAH (11) saat itu sedang duduk sendirian di buk utara sekolah di jam istirahat.

Beberapa saat kemudian, ada mobil minibus warna putih yang tidak diketahui jenis dan nomor polisinya berhenti.

Dari dalam mobil turun laki-laki berperawakan kurus, kulit coklat badan tinggi menghampiri korban. 

Laki-laki tersebut mengambil satu buah permen warna ungu bulat dari saku celananya, dan memberikan pada

korban seraya berkata besok akan datang lagi. Setelah memberikan permen, lelaki misterius tersebut masuk mobil lalu pergi ke arah selatan. 

"Setelah orang tersebut pergi korban memakan permen tersebut. Sesaat kemudian korban merasakan pusing dan mual, kemudian korban di bawa masuk kelas," kata Agus, Rabu (1/2/2023). 

 

Meski mengalami pusing dan mual, korban tidak sampai dilarikan ke Puskesmas maupun rumah sakit.

Saat ini, kata Agus, kondisi anak tersebut sudah membaik dan bisa bersekolah seperti biasa.

Kendati demikian, kasus tersebut menjadi atensi dari pihak berwajib.

Dikatakan Agus, jajaran Polsek Seyegan, dipimpin langsung Kapolsek sudah mendatangi langsung lokasi kejadian dan bertemu Kepala Sekolah, guru maupun siswa di sekolah. 

Menurut Agus, motif dan modus peristiwa tersebut belum diketahui karena petunjuk yang ada hingga kini masih didalami.

Belum bisa disimpulkan apakah itu faktor kesengajaan atau bukan. 

"Yang jelas dengan kejadian tersebut tetap menjadi atensi dari pimpinan kita. Kita melakukan upaya penyelidikan dan upaya patroli di wilayah, khusunya sekolah yang didatangi orang tidak dikenal tersebut," katanya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved