Citizen Journalism

Workshop Cara Mudah Mengenal Jati Diri yang Sejati

REALITA kehidupan, masih banyak manusia yang mengalami keraguan, kebingungan, ketidakpastian, kegelisahan dan kekosongan hati dalam mencari jati diri.

Editor: Agus Wahyu
ISTIMEWA
Gus Salam YS seusai diskusi dengan Prof RM Gunawan Soemodingrat terkait karya buku terbarunya berjudul Cara Mudah Menemukan Jati Diri, beberapa waktu lalu. 

Firman Prabutomo
Ketua Panitia Pelatihan CMM Jati Diri

REALITA kehidupan saat ini, masih banyak manusia yang mengalami keraguan, kebingungan, ketidakpastian, kegelisahan dan kekosongan hati dalam perjalanan mencari jati diri. Pencarian panjang namun belum bisa menemukan yang sejatinya, sehingga membuat hidup manusia semakin tidak menentu arah.

Banyak paradigma tentang jati diri yang dilakukan manusia dengan berbagai upaya yang dijalankan, tidak juga membuat hati damai, malah justru membuahkan kehampaan belaka. Dilatarbelakangi hal itu, Kumoro Jati Mentoring (Motivator Islami Yogyakarta) menghelat workshop Cara Mudah Menemukan (CMM) Jati Diri.

“Tentang jati diri banyak orang paham, bahwa sesungguhnya itu kebutuhan pokok manusia dalam mengarungi hakikat kehidupan. Karenanya, fenomena ini membuat manusia berlomba-lomba mencari jati dirinya,” ucap Ketua Pelatihan CMM Jati Diri, Firman Prabutama.

Firman mengatakan, berbasis perjalanan dan pengalaman ruhani selama 36 tahun, Gus Salam YS menuangkan metode secara mudah dan sistematis dalam mencari jati diri dalam sebuah karya buku berjudul ‘Cara Mudah Menemukan Jati Diri’.

“Gus Salam ingin menularkan metode yang sistematis, praktis, dan gampang tersebut kepada masyarakat umum dalam sebuah pelatihan. Sehingga, orang benar-benar menemukan jati dirinya secara sejati secara mudah dalam pelatihan ini,” ujarnya.

Firman Prabutomo, Ketua Panitia Pelatihan CMM Jati Diri.
Firman Prabutomo, Ketua Panitia Pelatihan CMM Jati Diri. (ISTIMEWA)

Dalam pelatihan ini, lanjutnya, peserta dibimbing secara langsung bagaimana cara mengetahui dan menemukan jati diri yang sejati dan jati diri yang palsu. Di mana, diri bisa menemukan jadi diri yang aslinya, sehingga terhubung dengan ruh suci dan ruh keagungan yang berdampak haqul yakin untuk menjadi manusia berakhlakul karimah, menemukan kedamaian, ketenangan, ketentraman dan bahagia dalam pelatihan ini.

“Gus Salam telah menemukan metode memahami Manunggaling Roso antara hamba dan nama-nama Tuhan di dalam Asmaul Husna, sehingga menemukan mapping hidup apa yang harus dilakukan dalam menjalani kehidupan di masa depan menuju keridaan Allah dan menuju surganya Allah,” lanjutnya.

“Menariknya, dalam pelatihan ini Gus Salam menyampaikan penemuan metode secara logik yang telah diteliti selama 9 tahun menemukan kebenaran dari kesaksian banyak orang. Satu di antaranya, Prof Dr Gunawan Soemodiningrat (Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM) mengakui kebenaran metode itu, bahwa manusia bisa manunggaling roso atau menyatunya rasa dengan Asmaul Husna, terutama asma ar-rahman dan ar-rahim-Nya,” sambung Firman.

Ia menambahkan, workshop ini digelar di Hotel Sahid Yogyakarta selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (4-5 Februari 2023).

“Informasi lengkap untuk mengikuti workshop ini bisa membuka akun IG (instagram), @salamwarahmah_ dan @buku.salam,” imbuhnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved