IKN Berkonsep Smart City, UGM dan Kampus Daerah Dorong Pengembangan SDM
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) menggandeng kampus-kampus daerah
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal berkonsep kota pintar atau smart city.
Untuk itu, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) menggandeng kampus-kampus daerah untuk mengoptimalkan inisiasi pengembangan smart city.
Salah satu cara optimalisasinya adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan smart city di IKN.
Baca juga: Disatroni Maling Saat Latihan Marching Band, 8 Hp Milik Siswa SMP N 1 Purworejo Raib Dicuri
Kampus daerah yang terlibat diantaranya adalah Universitas Mulia, Institut Teknologi Kalimantan serta perwakilan Keluarga Alumni Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (Katetigama).
UGM pun berkunjung ke kampus-kampus tersebut pada 25 Januari 2023 lalu.
Sekretaris DTETI FT UGM, Ir. Lesnanto Multa Putranto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., menyampaikan bahwa salah satu permasalahan awal adalah perbedaan pemahaman di tengah masyarakat mengenai konsep smart city itu sendiri.
“Suatu kelompok masyarakat masih menganggap bahwa smart city adalah kota sangat canggih yang mengubah penduduk secara drastis. Ini memunculkan kekhawatiran terhadap penerapan smart city di IKN,” ujarnya, Selasa (31/1/2023).
Ia menerangkan, sekalipun smart city berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pada dasarnya fokus pembangunan smart city perlu diletakkan pada dimensi-dimensi di sekitar TIK alih-alih TIK itu sendiri.
Dimensi tersebut antara lain ekonomi, mobilitas, lingkungan, kemasyarakatan, kehidupan, dan pemerintahan.
Dalam mengoptimalkan setiap dimensi untuk mewujudkan smart city, tantangan bagi pembangunan IKN adalah adanya kesenjangan digital, baik akses maupun kapabilitas di masyarakat.
Oleh karena itu, cara untuk mengatasinya adalah dengan mendorong pembangunan manusia.
“Maka, kerja sama ini dilakukan dalam rangka menggerakkan sumber daya manusia yang ada di daerah agar turut mengawal prosesnya,” harapnya.
Keterlibatan UGM dalam pengembangan kota pintar di IKN sejalan dengan komitmen UGM untuk mendukung agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) yang salah satunya berisi kota dan permukiman yang berkelanjutan.
Sebelumnya, DTETI FT UGM juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dalam rangka mengawal penyusunan Master Plan Pengembangan Smart City.
Baca juga: PSS Sleman Tak Isi Slot Pemain Asing Pengganti Duarte?
Kali ini, kolaborasi dengan perguruan tinggi di daerah turut dilakukan karena perguruan tinggi juga dapat berperan mulai dari menyediakan tenaga ahli, memberikan pengembangan keilmuan tentang smart city, hingga mendampingi program dan kegiatan yang berjalan.
Kerja sama dengan Universitas Mulia dan Institut Teknologi Kalimantan ini membuka kesempatan kepada kedua belah pihak untuk saling melakukan penguatan kapasitas.
Misalnya, dengan kesempatan studi lanjut di UGM, penelitian dan publikasi bersama, penyelenggaraan seminar-seminar, hingga pengembangan pusat-pusat unggulan terkait IKN. (ard)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kunjungan-UGM-ke-kampus-daerah-pada-25-Januari-2023.jpg)