Berita Sleman Hari Ini

Libur Imlek, Okupansi Hotel di Sleman Terdongkrak Naik Hingga 80 Persen 

Libur panjang perayaan Imlek tahun 2023 menjadi angin segar bagi bisnis perhotelan di Kabupaten Sleman. Okupansi hotel terdongkrak naik mencapai 80 pe

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
ilustrasi Hotel 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Libur panjang perayaan Imlek tahun 2023 menjadi angin segar bagi bisnis perhotelan di Kabupaten Sleman.

Okupansi hotel terdongkrak naik mencapai 80 persen. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo mengatakan, libur panjang Imlek yang sudah dimulai sejak hari Jumat lalu, hingga saat ini berdampak positif.

Bisnis perhotelan dan restoran semuanya ramai. Kondisi okupansinya juga sangat bagus rata-rata mencapai 80 persen. 

Baca juga: UPNVY Wisuda 655 Mahasiswa, Rektor: Pegang Teguh Nilai Bela Negara

"Apalagi banyak kegiatan yang sifatnya menghibur mengenai Pariwisata di Jogja ini. Jadi sangat bagus. Sangat mendongkrak dengan okupansi hotel saat ini. Itu imbas dari liburan yang dimulai sejak Jumat kemarin. Hampir segala lini bisa mendapatkan rezekinya," kata Joko Paromo, Sabtu (21/1/2023). 

Joko menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan libur perayaan Imlek membawa dampak positif bagi bisnis hotel dan restoran.

Di antaranya, banyak terselenggara even di beberapa tempat. Kemudian di hari Senin juga sebagian ada yang cuti bersama. 

Apalagi, beberapa hari lalu cuaca Yogyakarta sangat mendukung dengan tidak turun hujan.

Hal tersebut, menurutnya berpengaruh pada tingkat hunian hotel yang dinilai saat ini sangat menggembirakan. 

"Cuaca ini sangat berpengaruh terhadap pergerakan wisatawan. Jika cuaca cerah dan memungkinkan, maka (banyak yang) liburan. Di sisi lain, jika musimnya hujan juga sama, dampaknya (wisatawan) enggan kemana-mana," kata Joko. 

Lebih lanjut, GM Hotel Royal Darmo Malioboro ini mengungkapkan, pada tahun 2023, geliat sektor pariwisata dinilai sangat bagus. Sebab, beberapa aturan yang mengikat terkait covid-19 sudah mulai longgar.

Ia berharap tidak ada lagi pembatasan. Kendati demikian, pihaknya mengharapkan kepada masyarakat supaya tetap waspada dan saling menjaga kesehatan. 

Di samping itu,sektor wisata diharapkan menggeliat, karena pada awal bulan februari mendatang, Yogyakarta juga akan menjadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum (ATF).

Di mana akan ada banyak tamu mencanegara yang berkunjung ke kota pelajar ini.

Meskipun, hingga saat ini menurut Joko, geliat ATF belum begitu terasa. Tamu dari luar negeri yang reservasi hotel baru sekitar 5 persen.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved