Pembunuhan Berantai Wowon CS

Sosok Pembunuh Berdarah Dingin di Bekasi, Wowon Ngaku Paranormal, Menikah 4 Kali

Wowon berpura-pura sebagai dukun pengganda uang pada pembunuhan sebelum di Bekasi.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjabar.id/Ferry A Mukminin
Wowon, pembunuh berdarah dingin dalam kasus pembunuhan berantai dengan korban 6 orang, semua keluarga sendiri, ditangkap polisi. Dia membuat cerita keluarganya meninggal karena keracunan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Nama Wowon Erawan alias (AKI) tengah menjadi perbincangan masyarakat di wilayah Bekasi dan Cianjur Jawa Barat setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan istri dan anak-anaknya.

Wowon adalah pembunuh berdarah dingin.

Bagaimana tidak, dia tega menghabisinya nyawa istri dan anaknya sendiri.

Dalam menjalankan aksinya, Wowon dibantu oleh Solihin alias Duloh dan M Dede Solehuddin.

Menggunakan media racun, Wowon menghabisi nyawa istri dan anak-anaknya dengan cara meracuni kopi yang disuguhkan kepada para korban.

Tiga orang tewas dan dua lainnya berhasil selemat dalam pembunuhan berencana yang dilaksanakan oleh para pelaku pada Kamis (12/1/2023) lalu tersebut.

Tiga korban tewas yakni Ai Maemunah (40) serta kedua anaknya daru suami pertamanya yaitu M.Ridwan Abdul Muiz (18) dan M.Ruswandi (15).

Ai Maemunah (40) merupakan istri Wowon.

Sementara M.Ridwan Abdul Muiz (18) dan M.Ruswandi (15) adaah anak tiri Wowon.

Sedangkan dua korban selamat diketahui berinisial NR(5) yang merupakan anak kandung Wowon serta Muhammad Dede Solehudin (34).

Tak hanya meracuni lima anggota keluarganya, ternyata Wowon cs juga melakukan pembunuhan di Cianjur dan Garut.

Ada enam korban yang diduga dibunuh oleh Wowon cs di Cianjur dan Garut tersebut.

Kini kasus pembunuhan berantai ini masih dalam penyidikan Polda Metro Jaya.

Terus siapa sebenarnya Wowon? 

Dikutip dari Tribunjabar, Wowon merupakan sosok pembunuh berdarah dingin yang berkali-kali menikah.

Hal itu diketahui dari istri keempat Wowon bernama Iis Suryati.

Menurutnya, Ai Maimunah (40), salah satu korban di Bekasi yang tewas diracun, adalah istri siri Wowon.

Sementara itu, jenazah yang ditemukan di pekarangan rumah Wowon dan Solihin di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, adalah mantan istri dan mertua Wowon.

"Jenazah yang ditemukan di belakang rumah itu mantan istri sama mertuanya asal Cimahi," kata Iis pada wartawan, Kamis (19/1/2023), masih dari TribunJabar.id.

Iis mengungkapkan ia dan Wowon menikah sejak 2005. Mereka dikaruniai dua anak.

Menurutnya, selama ini tak ada yang aneh pada kepribadian Wowon.

Iis menyebut sang suami selama ini bekerja di tempat penggilingan beras.

"Kesehariannya biasa-biasa aja, tidak ada yang aneh."

"Kalau saya menikah dengan Pak Wowon sejak 2005, dan memiliki dua anak, paling besar berusia 12 tahun," ujarnya.

Kepada Iis, Wowon mengaku sudah menikah tiga kali sebelum menikahi dirinya.

Ketiga istri sebelumnya telah diceraikan oleh Wowon.

"Sebelum menikah dengan saya dia sudah pernah menikah, dan mencerikan istri pertama sampai yang ketiga," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW Kampung Babakan Mande tempat jenazah korban Wowon cs ditemukan, Dedi Setiadi, mengaku tak pernah menaruh curiga pada Wowon dan pelaku lainnya.

Dedi mengatakan sebelumnya Wowon pernah berjualan buah di kawasan Cibeber, Cianjur.

"Kalau Wowon dulunya pernah jualan buah di daerah Cibeber, Cianjur,” katanya, Kamis.

Baca juga: Wowon Sengaja Ajak Pindah Keluarganya ke Bekasi Untuk Dihabisi Pakai Kopi Beracun

Baca juga: Sepak Terjang Wowon CS, Pembunuh Berdarah Dingin yang Habisi 9 Orang di Cianjur, Garut dan Bekasi

Motif Pembunuhan oleh Wowon cs

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, mengungkapkan Wowon berpura-pura sebagai dukun pengganda uang pada pembunuhan sebelum di Bekasi.

Fadil mengatakan, Wowon menjanjikan kepada korbannya bisa cepat kaya.

Dalam menjalankan aksinya, Wowon akan membunuh dengan cara mencekik setelah mendapatkan uang korban.

"Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau yang namanya serial killer dengan motif janji-yang dikemas dengan kemampuan supranatural agar sukses atau kaya," ungkap Fadil Imran dalam konferensi pers kasus, Kamis (19/1/2023).

Sementara itu, Wowon membunuh kerabat dan orang terdekatnya lantaran mereka mengetahui aksi Wowon.

Menurut Fadil, aksi Wowon cs identik dengan motif pembunuhan yang dilakukan Ryan Jombang.

Mereka sama-sama membunuh para saksi yang mengetahui aksi keji mereka.

"Termasuk saksi-saksi yang mengetahui (dibunuh). Jadi itu yang dia sebut 'perjuangan'."

"Kalau kita ingat kasus terpidana Ryan Jombang, ini kurang lebih sama modus operandi intimated related," terang Fadil.

"Itu mengapa ketiga korban dihilangkan nyawanya ternyata mereka mengetahui para tersangka melakukan pembunuhan lain."

"Ada potensi kejahatannya terbuka," sambungnya.

Total Ada 9 Korban

Irjen Fadil Imran mengungkapkan hingga saat ini ada sembilan korban pembunuhan Wowon cs.

Rinciannya, tiga korban ada di Bekasi, yaitu Ai Maimunah (40), serta kedua anak Ai, yaitu Ridwan Abdul Muiz (20) dan M Riswandi (16).

Lalu, ada Wiwin, Noneng, Bayu (2), dan diduga atas nama Farida, yang ditemukan di Cianjur.

Kemudian, ada satu korban di Garut yang sempat dibuang ke laut, tapi berhasil ditemukan warga setempat dan dimakamkan.

Sementara, satu korban lainnya masih dalam pencarian.

"Di TKP Cianjur ada empat kerangka. Kemudian, ada pengakuan tersangka satu kerangka lain dalam pencarian," ungkap Fadil Imran.

"Di Garut ada satu orang dikubur setelah sebelumnya dibuang ke laut," ungkapnya.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengky Haryadi, mengungkapkan sebagian besar korban memiliki hubungan kerabat dengan Wowon.

Ai merupakan istri Wowon, sementara Ridwan dan Riswandi adalah anak tirinya.

Lalu, Wiwin adalah mantan istri Wowon dan Noneng mertuanya.

Sementara, Bayu diketahui merupakan anak dari Wiwin.

"Sebagian besar korban sebagian besar berasal dari family tree dari para tersangka, istrinya, mertuanya, anaknya," ungkap Hengki dalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).

Kasus pembunuhan berantai oleh Wowon cs bermula dari penemuan satu keluarga di Kelurahan Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, diduga keracunan, Kamis (13/1/2023).

Warga sekitar rumah kontrakan korban mendengar adanya suara rintihan seorang perempuan.

Karena curiga, warga langsung mengecek ke rumah korban.

Saat dilihat, ternyata para korban sudah tak sadarkan diri dengan mulut berbusa. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved