Pembunuhan Berantai Wowon CS

Wowon Sengaja Ajak Pindah Keluarganya ke Bekasi Untuk Dihabisi Pakai Kopi Beracun

Dengan menggunakan pestisida dan racun tikus, Wowon CS akhirnya meracuni keluarganya sendiri, yakni istri dan anaknya.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjabar.id/Ferry A Mukminin
Wowon, pembunuh berdarah dingin dalam kasus pembunuhan berantai dengan korban 6 orang, semua keluarga sendiri, ditangkap polisi. Dia membuat cerita keluarganya meninggal karena keracunan. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kepindahan Wowon Erawan alias Aki bersama keluarganya dari Cianjur ke Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi ternyata merupakan bagian dari rencana pembunuhan berencana terhadap keluarganya sendiri.

Wowon CS ingin menghabisinya nyawa keluarganya sendiri karena dianggap berbahaya, sebab mereka mengetahui aksi kejahatan yang dilakukannya.

Pembunuhan berencana terseburt akhirnya dilakukan oleh Wowon bersama Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin pada Kamis (12/1/2023) lalu.

Dengan menggunakan pestisida dan racun tikus, Wowon CS akhirnya meracuni keluarganya sendiri, yakni istri dan anaknya.

Racun tikus dan pestisida tersebut dicampurkan ke dalam minuman kopi yang disuguhkan kepada lima anggota keluarga.

Racun itu pun langsung membuat lima orang terkapar.

Mereka dalah Ai Maimunah (40), yang tak lain adalah istri dari Wowon, kemudian Ridwan Abdul Muiz (23), dan Muhammad Riswandi (17) yang merupakan anak tiri Wowon.

Lalu NR (5) yang merupakan anak kandung Wowon serta Muhammad Dede Solehudin (34) yang merupakan adik Wowon.

Dari lima orang yang diracun, tiga di antaranya meninggal dunia yakni Ai Maimunah (40), yang tak lain adalah istri dari Wowon, kemudian Ridwan Abdul Muiz (23), dan Muhammad Riswandi (17).

Baca juga: Sepak Terjang Wowon CS, Pembunuh Berdarah Dingin yang Habisi 9 Orang di Cianjur, Garut dan Bekasi

Baca juga: Awalnya Dikira Keracunan, Ternyata Sekeluarga di Bantar Gebang Merupakan Korban Pembunuhan Berencana

Sementara NR dan Dede Solehudin berhasil selamat setelah dirawat di rumah sakit.

Terungkapnya kasus pembunuhan berencana ini setelah aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

"Hasil pemeriksaan di TKP menemukan tidak ada tanda kerusakan di pintu depan maupun belakang. Tidak terdapat kerusakan di dalam kamar tidur dan area belakang rumah," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, dalam konferensi pers pengungkapan kasus ini, Kamis (19/1/2023) seperti yang dikutip dari Tribun Bekasi.

"Yang menarik, terdapat lubang galian 1x2 meter dengan kedalaman 2 meter di area belakang rumah. Tadinya tidak ditemukan lubang ini. Tidak terdapat cipratan darah di tembok di dalam rumah.  Patut diduga besar kemungkinan, dan olah TKP dengan teknologi deteksi darah, memang tidak ada cipratan darah, kemungkinan sebab kematian karena sebab lain, bukan kekerasan," sambungnya.

Selain itu, lanjut Fadil, terdapat sisa bakaran sampah di belakang rumah dekat galian, kemudian ditemukan plastik yang diduga bekas bungkus racun di area pembakaran sampah.

Peran tersangka

Halaman
123
Sumber: Tribun bekasi
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved