Mengenal Nono, Anak Tukang Bangunan Juara Dunia ABG International Mathematics Competition
Dia mengungguli peserta dari Qatar yang berhasil menyabet juara kedua dan Amerikan Serikat yang berhasil meraih juara ketiga.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, KUPANG - Nama Caesar Archangel Hendrik Meo Tnunay alias Nono (7) menjadi perbincangan banyak orang setelah berhasil meraih gelar juara dalam Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition.
Nono berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan 7000 peserta dari seluruh dunia.
Dia mengungguli peserta dari Qatar yang berhasil menyabet juara kedua dan Amerikan Serikat yang berhasil meraih juara ketiga.
ABG International Mathematics Competition yang diikuti Nono merupakan ajang kompetisi Matematika dan sempoa internasional yang diselenggarakan International Abacus Brain Gym.
Saat ini Nono duduk di kelas II SD Inpres Buraen 2, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.
Nono merupakan anak dari pasangan suami istri Raflim Meo Tnunai dan Nuryati Seran.
Sang ayah, Raflim Tnunay, bekerja sebagai tukang bangunan.
Sedangkan ibunya, Nuryati Seran, bekerja sebagai guru kontrak di SD Inpres Buraen 2.
Bersama sang ayah, ibu, dan dua kakaknya, mereka tinggal di rumah sederhana dengan fasilitas belajar seadanya.
Rumah mereka berjarak puluhan kilometer dari Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT.
Dikutip dari Kompas.com, kepada wartawan yang menemuinya di sekolahnya pada Kamis (19/1/2023) kemarin, Nono mengaku sangat mengidolakan Elon Musk. D
ia kerap melihat idolanya itu melalui tayangan di YouTube.
Nono pun ingin seperti idolanya itu. Ia ingin menciptakan mobil, pesawat, kereta, dan kapal untuk membantu masyarakat.
"Saya ingin seperti Elon Musk, tapi saya bercita-cita ingin menjadi seorang tentara," kata Nono dengan polos di sekolahnya, Kamis.
Sementara sang ibu, Nuryati mengaku kalau Nono memang superaktif sejak kecil.
Baca juga: Pemkab Klaten Bakal Bangun Laboratorium BSL-2 dan Satu Puskesmas di Tahun 2023
Nono tertib dalam membaca dan menulis karena mereka sangat disiplin membimbing putra bungsunya itu.
"Dia sejak kecil itu sangat aktif, suka lari sana-sini bermain dengan teman-teman," cerita Nuryati.
Sejak berusia satu tahun, lanjut Nuryati, Nono sudah aktif berbicara dengan lancar.
Kemudian, saat menginjak usia lima tahun, Nono sudah bisa membaca saat bersekolah di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Belia.
Bahkan, Nono pun mengikuti kursus bahasa Inggris setiap minggu.
"Dia ini baru usia satu tahun sudah aktif berbicara. Saat masuk PAUD dia sangat pintar, bahkan minta untuk ikut kursus Bahasa Inggris," kata Nuryati.
Meski kondisi keuangan tak stabil, Nuryati dan suaminya tetap menuruti keinginan Nono untuk ikut kursus dan membeli buku bacaan.
"Nono ini rasa ingin tahu sangat tinggi jadi dia paksa kami harus ikut kursus. Terpaksa kami turuti saja kemauannya biar semangat belajar tidak redup,"kata Nuryati.
Nuryati pun bangga dengan prestasi anaknya itu.
Ia berharap Nono bisa meraih cita-citanya.
Kepala SD Inpres Buraen II Petrus Kase mengaku, Nono menjadi tutor pelajaran Matematika bagi teman-temannya di kelas.
Petrus berharap, prestasi Nono menjadi motivasi bagi teman-teman di sekolah untuk lebih giat belajar.
"Kami akan mempertahankan dan meningkatkan sehingga bukan hanya Nono saja, tapi ada Nono yang lain di SD Inpres Buraen II. Jadi, saya sebagai kepala sekolah bersama teman-teman guru akan menyusun strategi yang bagus sehingga meningkatkan cara-cara seperti ini," katanya.
Keberhasilan Nono, kata Petrus, tidak saja menjadi kebanggaan keluarga, tetapi bagi para guru SD Inpres Buraen, bahkan seluruh masyarakat NTT.
Sebelumnya, Nono menerima penghargaan juara satu kompetisi Matematika internasional tersebut di Kantor Gubernur NTT, Selasa (10/1/2023).
Acara itu dihadiri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Kupang Korinus Masneno, Founder ABG Amerika Serikat Juli Agustar Djonli, dan Founder ABG Indonesia Aguslina Angkasa.
Kemudian, Perwakilan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR), Budi Prihantoro, dan Person in Charge (PIC) YPA-MDR Area Kabupaten Kupang Lilik Harjanto.
Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Prisila Parera, para kepala sekolah, guru, serta siswa-siswi SD dan SMP penyandang bantuan donasi sekolah-sekolah binaan YPA-MDR di Kabupaten Kupang.
Nono mendapatkan piala, sertifikat, dan hadiah uang tunai sebesar 200 dollar AS.
Penghargaan itu diserahkan oleh Juli Agustar Djonli selaku Founder Abacus Brain GYM (ABG) Amerika Serikat. Prestasi Nono diapresiasi oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
“Walaupun di luar sana kita masih dianggap provinsi miskin, tapi kita patut berbangga karena bisa melahirkan anak yang sangat berprestasi di kancah Internasional, seorang juara dunia dalam diri Nono,” kata Viktor.
"Hari ini, Nono telah membuktikan, bukan hanya kepada kita yang hadir, tapi juga kepada seluruh dunia bahwa peradaban kemajuan suatu daerah hanya bisa diperoleh dan dibangun melalui ketekunannya dalam dunia pendidikan," sambung Viktor.(*)
Caesar Archangel Hendrik Meo Tnunay
Nono
ABG International Mathematics Competition
Kupang
matematika
Komik AR Berbasis Budaya Aceh Karya Mahasiswa FMIPA UNY Bantu Siswa Kuasai Konsep Matematika |
![]() |
---|
Mengapa Semua Bilangan yang Dikalikan dengan Nol Hasilnya Menjadi Nol? |
![]() |
---|
Dugaan Kebocoran Soal Matematika ASPD di Jogja, SMPN 10 Yogyakarta Bantah Gurunya Terlibat |
![]() |
---|
KRONOLOGI Soal ASPD SMP di Jogja Diduga Bocor hingga Orang Tua Minta Ujian Diulang |
![]() |
---|
SOAL Ujian ASPD Matematika Diduga Bocor, Siswa SMP: Tidak Adil Aku Bangun Jam 3 Pagi Cuma Buat MTK |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.