Mengenal Nono, Anak Tukang Bangunan Juara Dunia ABG International Mathematics Competition

Dia mengungguli peserta dari Qatar yang berhasil menyabet juara kedua dan Amerikan Serikat yang berhasil meraih juara ketiga.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dokumen Pemprov NTT
Archangels Hendrik Meo Tnunay alias Nono, siswa SD Inpres Buraen 2,Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima penghargaan atas prestasinya menjadi juara dunia Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition 

Nono tertib dalam membaca dan menulis karena mereka sangat disiplin membimbing putra bungsunya itu.

"Dia sejak kecil itu sangat aktif, suka lari sana-sini bermain dengan teman-teman," cerita Nuryati.

Sejak berusia satu tahun, lanjut Nuryati, Nono sudah aktif berbicara dengan lancar.

Kemudian, saat menginjak usia lima tahun, Nono sudah bisa membaca saat bersekolah di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Belia.

Bahkan, Nono pun mengikuti kursus bahasa Inggris setiap minggu.

"Dia ini baru usia satu tahun sudah aktif berbicara. Saat masuk PAUD dia sangat pintar, bahkan minta untuk ikut kursus Bahasa Inggris," kata Nuryati.

Meski kondisi keuangan tak stabil, Nuryati dan suaminya tetap menuruti keinginan Nono untuk ikut kursus dan membeli buku bacaan.

"Nono ini rasa ingin tahu sangat tinggi jadi dia paksa kami harus ikut kursus. Terpaksa kami turuti saja kemauannya biar semangat belajar tidak redup,"kata Nuryati.

Nuryati pun bangga dengan prestasi anaknya itu.

Ia berharap Nono bisa meraih cita-citanya.

Kepala SD Inpres Buraen II Petrus Kase mengaku, Nono menjadi tutor pelajaran Matematika bagi teman-temannya di kelas.

Petrus berharap, prestasi Nono menjadi motivasi bagi teman-teman di sekolah untuk lebih giat belajar.

"Kami akan mempertahankan dan meningkatkan sehingga bukan hanya Nono saja, tapi ada Nono yang lain di SD Inpres Buraen II. Jadi, saya sebagai kepala sekolah bersama teman-teman guru akan menyusun strategi yang bagus sehingga meningkatkan cara-cara seperti ini," katanya.

Keberhasilan Nono, kata Petrus, tidak saja menjadi kebanggaan keluarga, tetapi bagi para guru SD Inpres Buraen, bahkan seluruh masyarakat NTT.

Sebelumnya, Nono menerima penghargaan juara satu kompetisi Matematika internasional tersebut di Kantor Gubernur NTT, Selasa (10/1/2023).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved