Politik Global
Lula da Silva Siap Hadapi Perlawanan Fanatik Sayap Kanan Pendukung Bolsonaro
Presiden Brasil Lula da Silva bertekad melawan kelompok fanatik sayap kanan yang ia sebut monster baru pendukung Jair Bolsonaro.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BRASILIA - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menyatakan pada Kamis (19/1/2023) niatnya menghadapi ancaman baru fanatik sayap kanan yang dijuluki monster baru.
Tidak hanya di Brasil tetapi juga di seluruh dunia. Lula da Silva mengalahkan saingan sayap kanannya dalam pemilihan presiden Oktober 2022.
Jair Bolsonaro yang menikmati dukungan kaum konservatif menolak kalah, dan menyerukan perlawanan dari luar negeri yang berujung kerusuhan di Brasilia.
Bolsonaro terbang ke Florida tanpa serah terima jabatan ke Lula da Silva. Dari Florida, Bolsonaro pergi ke Italia saat isu ekstradisi dirinya mulai menguat.
Lula da Silva kini memimpin negara ekonomi terbesar Amerika Latin dari 2003 hingga 2010 dan sekarang menjalani masa jabatan ketiganya sebagai Presiden.
"Kita harus menantang dan mengalahkan monster baru yaitu munculnya fanatik, fanatik sayap kanan yang membenci semua orang yang tidak memiliki pemikiran yang sama," kata Lula.
Baca juga: Rusuh di Brasilia, Lula da Silva Minta Kekuatan Federal Bertindak
Baca juga: Brasil Lipatgandakan Polisi di Lapangan, Jair Bolsonaro Akan Diselidiki
Baca juga: Roma Tepis Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro Cari Kewarganegaraa Italia
Ia berpidato di istana kepresidenan di Brasilia. Lula menambahkan dia belum pernah melihat Brasil dicengkeram oleh begitu banyak kebencian.
Lula menjelaskan ini bukan hanya masalah Brasil, menarik kesejajaran antara Bolsonaro, mantan Presiden AS Donald Trump, dan PM Italia Giorgia Meloni saat ini.
"Meskipun kita telah mengalahkan Bolsonaro, kita harus tetap mengalahkan kebencian, kebohongan, disinformasi, fanatik, karena masyarakat ini perlu kembali beradab," kata Lula.
Pada 8 Januari, kerusuhan berskala besar terjadi di Brasilia di mana perusuh pro-Bolsonaro menyerbu istana kepresidenan, kongres, dan mahkamah agung.
Sejak itu, sekitar 1.400 orang telah ditahan dan 2.000 orang telah ditangkap. Lula menyalahkan Bolsonaro atas kekacauan dalam penampilan televisi dengan jaringan Globo News.
Lula menuduh Bolsonaro mengetahui apa yang akan terjadi, dan banyak hal yang harus dia lakukan dengan itu.
Bolsonaro diam tentang masalah ini dan memutuskan terbang ke Miami tidak lama sebelum itu terjadi.
"Mungkin Bolsonaro berharap untuk kembali ke Brasil di tengah kejayaan kudeta," kata Lula. Kerusuhan itu dipantik supaya menimbulkan kekacauan dan militer turun tangan.
Tuduhan yang diajukan Lula ini bukannya tidak berdasar. Mahkamah Agung melancarkan tujuh penyelidikan berbeda terkait kerusuhan 8 Januari di Brasilia, salah satunya terkait Bolsonaro.
Terkait perkembangan itu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memecat 40 anggota angkatan bersenjata yang menjaga kediaman presiden.
Beberapa hari setelah pemberontakan terjadi di Mahkamah Agung dan Istana Kepresidenan, Lula mengatakan para perusuh kemungkinan besar mendapat bantuan orang dalam.
Lula mengatakan kepada wartawan dia telah memerintahkan peninjauan menyeluruh terhadap staf istana kepresidenan setelah kerusuhan hebat itu.
Sebuah pemberitahuan yang diterbitkan dalam lembaran resmi menunjukkan ada 40 anggota angkatan bersenjata telah diberhentikan.
Pekan lalu, Lula mengatakan setiap "bolsonaista radikal" yang tertangkap basah masih bekerja untuk pemerintah akan ditindak.
"Bagaimana saya bisa memiliki orang di luar kantor saya yang mungkin akan menembak saya?" tanyanya sambil mencurigai anggota dinas keamanan mungkin terlibat dalam kerusuhan.
Dia dilaporkan berada di AS dan sedang diselidiki atas tuduhan menghasut kerusuhan - tuduhan yang dia bantah.
Empat puluh enam anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS dilaporkan telah mendesak pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menarik visa AS apa pun yang mungkin dipegang Jair Bolsonaro.(Tribunjogja.com/AlMayadeen/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Presiden-Brasil-Luis-Inacio-Lula-da-Silva-Berpidato-di-Brasilia.jpg)