Berita Bantul Hari Ini

Dubes Muhammad Prakosa, Sosok yang Banyak Membantu Pembangunan di Gersik Bantul

Kabar duka datang dari Kedutaan Besar RI di Italia. Muhammad Prakosa, Duta Besar (Dubes) RI untuk Italia meninggal di Roma, Italia pada Selasa 17 Janu

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Santo Ari
Suasana warga gotong royong menyiapkan rumah duka Duta Besar (Dubes) RI untuk Italia Muhammad Prakosa, di Gersik, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, Rabu (18/1/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabar duka datang dari Kedutaan Besar RI di Italia. Muhammad Prakosa, Duta Besar (Dubes) RI untuk Italia meninggal di Roma, Italia pada Selasa 17 Januari 2023 kemarin.

Kabar duka tersebut sampai ke warga Gersik, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul yang merupakan lokasi rumah duka dari Duta Besar Muhammad Prakosa.

Supandi, Ketua RT 03, Dusun Gersik mengatakan, begitu mendapat kabar duka pada pukul 18.00 Selasa kemarin, ia bersama warga lainnya langsung bergerak mempersiapkan segala sesuatunya di rumah duka.

Seperti membersihkan area rumah duka, menyiapkan kursi untuk pelayat dan lain-lain.  

Baca juga: INTER MILAN: Tak Benar Marcelo Brozovic Bakal Pindah ke Barcelona

“Dari informasi, jenazah bisa datang Jumat atau Sabtu besok, karena kan ada proses upacaranya dulu. Rencana dimakamkan di makam keluarga dekat dengan makam bapak ibunya,” ujarnya saat ditemui di rumah duka pada Rabu (18/1/2023).

Ia mengungkapkan, makam keluarga tersebut berada dalam satu komplek di belakang rumah inti. Ia menceritakan, rumah tersebut merupakan peninggalan dari kakek almarhum sendiri.

Sebelumnya, Prakosa disebutnya tinggal di Patehan, Yogyakarta.

Meski tinggal di Patehan, Prakosa semasa hidupnya sering berkunjung ke rumah tersebut.

Hingga akhirnya sekitar 3 tahun lalu Prakosa menempati rumah tersebut.
 
“Sebagai ahli waris, beliau kemudian membangun pendopo di rumahnya. Pendopo itu sering dipakai warga, tanpa ada pungutan,” katanya.

Sosok baik hati melekat di diri almarhum. Warga merasa banyak dibantu bahkan sebelum Prakosa resmi menempati rumah tersebut.

Supandi menceritakan bahwa Prakosa turut turun ke tengah masyarakat dan membantu mencarikan CSR dari berbagai perusahaan untuk keperluan pembangunan di wilayah tersebut.

“Pak Prakosa membantu mencari CSR untuk membangun jalan, jembatan, lampu penerangan dan yang terakhir ada ambulans. Walaupun beliau tinggal disini belum lama, baru sekitar 3 tahun tapi sudah banyak membantu, apa yang dibutuhkan warga dicarikan,” katanya.

Kini warga terus bergotong royong mempersiapkan kepulangan jenazah Prakosa. Sementara Supandi menyatakan bahwa memang saat ini belum ada keluarga inti yang tiba di rumah duka.

Hal itu dibenarkan oleh Budi Nur Cahyo, seorang kerabat dari almarhum Muhammad Prakosa. Ia mengatakan bahwa keluarga inti dan keluarga dekat belum datang ke Gersik.

Budi yang merupakan warga Kota Yogyakarta baru bisa datang para Rabu pagi untuk membantu warga bergotong-royong menyiapkan rumah duka.

Dirinya juga tidak mengetahui kondisi kesehatan terakhir dari Prakosa sampai akhirnya dikabarkan meninggal.  Pasalnya intensitas pertemuannya dengan almarhum juga jarang karena kesibukan almarhum.

“Saya juga belum tahu penyebab meninggalnya, pokoknya kami dikabari dan warga gotong royong. Belum ada informasi pemulangan jenazah, kerana dari luar negeri toh, pokoknya kita siap-siap,” katanya.

Dalam rilis KBRI Roma, duta besar Muhammad Prakosa meninggal pada usia 62 tahun 10 bulan.

Sebelumnya ia dikenal sebagai anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Selain itu, beliau juga pernah menduduki jabatan Menteri Pertanian pada kabinet Persatuan Nasional pada era Presiden Abdurrahman Wahid.

Pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Duta Besar Dr. Muhammad Prakosa dipercaya menduduki jabatan sebagai Menteri Kehutanan hingga tahun 2004.

Baca juga: KPU DIY Usulkan Dapil Pemilu 2024, Gunungkidul Terbagi Jadi Dua Dapil

Adapun DPC PDI Perjuangan Bantul turut memberikan dukungan dan menyiapkan upacara pemakaman di rumah duka Gersik. Dalam siaran persnya, Ketua DPC PDIP Bantul Joko Purnomo yang juga Wakil Bupati Bantul menyatakan pihaknya sudah menyiapkan tenda, kursi, dan sound system untuk perlengkapan upacara pemakaman, termasuk menugaskan Satgas PDI Perjuangan untuk membantu pemakaman.
 
"Kami membantu keluarga duka untuk mempersiapan pemakaman, yang diperkirakan dua hari lagi, sekiranya hal tersebut akan dilakukan di Jogja. Meskipun demikian kami masih menunggu kabar dari keluarga almarhum," katanya pada Selasa (17/1/2023).
 
Joko mengatakan dirinya akan menyambut langsung para tamu di rumah duka dan meminta anggota DPRD Bantul Fraksi PDIP untuk menemaninya. (nto)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved