Berita Jogja Hari Ini

GIPI DIY Dukung Integrasi Pariwisata Antar kabupaten di DIY

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY mendorong pemerintah kabupaten/kota membangun pariwisata yang terintegrasi. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY mendorong pemerintah kabupaten/kota membangun pariwisata yang terintegrasi. 

Ketua GIPI DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait dengan hal tersebut.

Baca juga: PSS Sleman Selesaikan Administrasi Yevhen Bokhashvili, Diharapkan Segera Gabung dengan Tim

Menurut dia, integrasi destinasi wisata antarkabupaten perlu dibangun untuk pariwisata keberlanjutan.

"Selama ini masih ada ego, supaya tingkat kunjungan di masing-masing kabupaten tinggi. Tetapi kami mendorong agar paket atau destinasi di masing-masing kabupaten/kota 'dijahit'," katanya, Senin (16/01/2023).

Ia menyebut integrasi pariwisata tersebut dapat memberikan nilai lebih bagi wisatawan. Dengan begitu lama tinggal wisatawan di DIY akan semakin panjang. Secara otomatis uang yang dibelanjakan wisatawan juga akan lebih banyak.

"Selama ini kan wisatawan masih menumpuk di kota saja, padahal kan di Bantul, Gunung Kidul juga ada hotel bintang empat. Jalan-jalan di masing-masing kabupaten juga sudah baik, amenities juga, nah ini kan harus dijahit sehingga menjadi program berkelanjutan,"ujarnya.

Bobby memproyeksikan kunjungan wisatawan tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun 2022 lalu untuk market domestik. Namun dengan catatan pengendalian inflasi dan ekonomi dalam negeri dapat terjaga dengan baik. 

Baca juga: Dmitri Peskov : Tank-tank Kiriman NATO Akan Terbakar

Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, ia khawatir jumlah kunjungannya tidak terlalu tinggi. 

"Kalau untuk wisman sedikit khawatir dengan kondisi perekonomian negara-negara ekonomi kuat dunia, seperti America , China , Europhe, dan Rusia yang engalami krisis ekonomi. Kalau hal ini dapat terkendali semoga wisman bisa bertahan seperti 2022 dan syukur-syukur bisa naik,"imbuhnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved