Seorang Pekerja Buruh Lepas Harian di Purworejo Tewas Tersetrum saat Perbaiki Instalasi Listrik

Korban diketahui meninggal dunia di tempat akibat kejadian setelah tersengat arus listrik saat memperbaiki instalasi listrik

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Polsek Purworejo
Pihak kepolisian dan petugas terkait saat mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban yang tewas tersetrum saat memperbaiki instalasi listrik di atas plafon rumah di Purworejo, Minggu (9/1/2023) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Seorang pekerja buruh harian lepas di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tersetrum saat memperbaiki instalasi listrik pada Minggu (8/1/2023) sekitar pukul 18.00 WIB. 

Korban diketahui meninggal dunia di tempat akibat kejadian setelah tersengat arus listrik. 

Buruh harian tersebut diketahuo bernama Haryanto (40), warga Desa Clapar, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Kapolsek Purworejo, AKP Bruyl Rahman, menceritakan kronologi kejadian bermula saat korban diminta memperbaiki instalasi listrik di area kamar mandi rumah milik Teguh, warga Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah, sekitar pukul 16.30 WIB. 

"Korban ini merupakan suami dari asisten rumah tangga (art) pemilik rumah. Jadi, korban bersedia membantu membetulkan instalasi listrik dengan cara naik ke atas plafon rumah, membawa perlengkapan testpen dan selotip," ungkap AKP Bruyl saat dihubungi Tribunjogja.com, Senin (9/1/2023).

Kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB saat Azan Maghrib berkumandang, istri korban sempat memintanya turun dari atap plafon.

Namun, korban tidak menyahuti permintaan istrinya. 

Hingga 15 menit kemudian, pemilik rumah (Teguh) naik ke atas palfon untuk melihat situasi korban.

Dan betapa terkejutnya Teguh saat mengetahui korban sudah dalam kondisi tergeletak tidak sadarkan diri. 

"Korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas plafon. Korban diduga sudah meninggal dunia saat itu," katanya. 

Pemilik rumah pun melaporkan kepada warga sekitar untuk meminta bantuan tenaga medis dan kepolisian.

Tak berapa lama, pihak kepolisian, tenaga kesehatan dan petugas PLN mendatangi lokasi untuk mengamankan serta melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp), dan selanjutnya mengevakuasi korban. 

"Seusai pihak PLN memadamkan aliran listrik, kemudian korban diturunkan dari atap plafon. Setelah itu, korban diperiksa di dalam mobil ambulan disaksikan pemilik rumah dan istri korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga korban diduga kuat tewas karena tersengat listrik," ucapnya. 

Lebih lanjut, AKP Bruyl berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika bekerja. 

"Apabila memperbaiki listrik, pastikan keamanannya terlebih dahulu. Aliran listrik hendaknya dimatikan dulu agar tidak ada korban lagi," pesannya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved