Berita Jogja Hari Ini
Sempat Turun, Okupansi Hotel di DI Yogyakarta Masih Tinggi
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat okupansi hotel di DI Yogyakarta masih cukup tinggi pada awal tahun 2023.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat okupansi hotel di DI Yogyakarta masih cukup tinggi pada awal tahun 2023.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan minggu pertama Januari okupansi hotel di DIY mencapai 70 persen.
Namun okupansi pada minggu kedua Januari relatif menurun.
Baca juga: Warga Kulon Progo Mengaku Terganggu dan Berikan Respon Negatif Aksi Konvoi di Jalan
"Minggu kedua Januari ada penurunan 20 persen. Jadi okupansi masih 50 persenan," katanya, Senin (09/01/2023).
Meski sempat mengalami penurunan, namun okupansi hotel di DIY diperkirakan meningkat kembali.
Pasalnya reservasi pada minggu ketiga hingga akhir Januari naik hingga 65 persen.
Menurutnya banyak wisatawan yang mengalihkan waktu liburan pada Natal dan Tahun Baru 2022/2023 pada Januari 2023.
"Kemarin menunda dengan pertimbangan kepadatan DIY saat liburan, sehingga mengalihkan liburannya ke Januari," lanjutnya.
Baca juga: Lima Kalurahan di Gamping Sleman Terdampak Tol Yogyakarta-YIA, Mayoritas adalah Lahan Pertanian
Reservasi hotel di DIY rupanya masih tinggi hingga Februari mendatang.
Adanya kegiatan Asean Tourism Forum (ATF) dan rakernas PHRI membuat reservasi hotel di DIY cukup baik, meski belum sesuai target.
Deddy menilai pandemi Covid-19 mengubah pola perjalanan wisatawan. Sebab bulan Februari biasanya sudah memasuki low season.
"Tiga tahun ini berbeda, Februari masih cukup ramai. Padahal sebelumnya Februari ini sudah masuk low season. Tetapi sekarang ini agak susah menentukan low season, karena memang ada perubahan pola dalam berwisata," ujarnya. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-hotel-1.jpg)