Berita Klaten Hari Ini
Mantan Pak RT di Klaten Laporkan Dugaan Penganiayaan yang Dialaminya Seusai Salat Subuh
Sejumlah warga Kampung Perak YKP Ngingas Baru, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendatangi Satuan Reserse K
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah warga Kampung Perak YKP Ngingas Baru, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendatangi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten.
Warga tersebut mendampingi mantan Ketua RT setempat berinisial S untuk membuat laporan atas dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Pelapor S diduga mendapat tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pemuda berinisial J yang masih tetangga dengan pelapor.
Baca juga: Pembangunan Jogja Planning Gallery di Malioboro Masuki Tahap Penyusunan DED
J dilaporkan ke polisi karena nekat memukul S pada Rabu (4/1/2023) lalu sehingga membuat S harus dirawat tiga hari di sebuah rumah sakit di Klaten.
"Kita ke sini melaporkan J terkait penganiayaan. Sebenarnya sering dia lakukan di kampung ini, kebetulan saya yang terakhir jadi korbannya," ujar S pada wartawan seusai membuat laporan di Satreskrim Polres Klaten, Senin (9/1/2023).
S mantan ketua RT di daerahnya itu, menjelaskan pemukulan atau penganiayaan yang menimpa dirinya.
Awalnya, pada Rabu (4/1/2023) dirinya berangkat dari rumah menuju masjid yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya untuk melaksanakan salat subuh berjamaah.
Saat tiba di TPA depan masjid, dirinya bertemu J.
Saat itu, terlapor menyapa S dengan ramah dan S membalasnya dengan ramah.
"Pas adzan subuh saya berangkat salat ke masjid, pas depan TPA ada dia nongkrong di sana dan nyapa saya dengan baik. Terus saya balas juga dengan baik, kemudian saya lanjut ke dalam masjid imami salat," ucapnya.
Seusai salat berjamaah itu, lanjut S, dirinya keluar masjid dan tiba-tiba, J turun dari tempat duduk di Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan mendekati dirinya.
"Saya fikir dia mau ajak ngobrol, karena dekat sekali tapi tahu-tahu mukul sambil teriak, silahkan visum dan lapor polisi," ucapnya.
Menurut dia, pukulan yang dilayangkan J tersebut mendarat di pelipis kiri matanya sebanyak satu kali karena dirinya tidak siap.
Setelah itu dirinya mundur untuk menjaga jarak dengan terlapor.
"Saat kejadian itu ada beberapa jemaah di belakang saya dan akhirnya memisahkan itu. Saya dirawat tiga hari di rumah sakit, sempat gegar otak ringan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/S-dan-sejumlah-warga-seusai-membuat-laporan-dugaan.jpg)