Politik Global

Inteijen Inggris Pernah Gunakan Utusan PBB untuk Kepentingan di Perang Yaman

Badan intelijen Inggris pernah menggunakan Utusan Khusus PBB utuk Yaman, Marthin Griffiths untuk mncermati situasi di Yaman.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
KOMPAS.COM/AFP/MOHAMMED HUWAIS
Puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi saat menyerang pemberontak Houthi di Sana'a, Yaman, Selasa (21/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, LONDON – Badan intelijen Inggris diduga memberdayakan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) dan diplomat Inggris, Martin Griffiths, sebagai Utusan Khusus PBB untuk Yaman hingga Agustus 2021.

Kenyataan ini menempatkan Inggris tidak hanya berperang tetapi juga mendukung Arab Saudi dalam perang melawan Yaman untuk menghidupkan kembali pemerintahan Abdrabbuh Mansour Hadi, yang melarikan diri dari negara itu pada 2015.

Perannya sebelumnya sekarang menimbulkan kecurigaan akan kemungkinan hubungan dengan MI6 Inggris bergerak di Yaman.

Menurut Declassified UK, sebuah perusahaan bernama Inter Mediate untuk penyelesaian konflik yang didirikan bersama oleh Griffiths, memiliki hubungan erat dengan MI6 (Intelijen Militer Inggris) dan Kementerian Luar Negeri.

Lembaga itu diketahui merekrut veteran eksklusif dari Kantor Luar Negeri Inggris di tahun-tahun awal pendiriannya.

Baca juga: Pemimpin Houthi : Pasukan Asing Jarah Kekayaan Minyak dan Gas Yaman

Baca juga: Kelompok Houthi Yaman Gunakan Rudal dan Drone Berhulu Ledak untuk Serang Arab Saudi

Perusahaan berfokus pada konflik yang paling sulit, kompleks, dan berbahaya di mana organisasi lain tidak dapat beroperasi, dan mempertemukan beberapa pakar terkemuka dalam dialog dan negosiasi.

Kepala eksekutifnya mengklaim Inter Mediate mulai bekerja di Yaman dan Suriah enam tahun sebelum Griffiths ditunjuk sebagai utusan PBB untuk Yaman.

Kementerian Luar Negeri mempromosikan Griffiths sebagai utusan PBB Yaman pada 2018, dengan mengungkapkan pujian atas keberhasilan itu.

Banyak bukti menunjukkan kesalahannya karena telah bermain-main. Selama 1981-1983, dia ditugaskan di Peshawar, Pakistan, bekerja untuk UNICEF.

Badan itu jadi tempat operasi rahasia CIA dan MI6 untuk mendukung pasukan Afghanistan melawan Soviet, yang dimulai pada 1979.

Griffiths kemudian menjadi Direktur Departemen Urusan Kemanusiaan (DHA) Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa pada 1994.

Sebelumnya ia menjabat kepala eksekutif ActionAid, LSM pembangunan Inggris selama empat tahun, dan sebelumnya bekerja di Save the Children dan badan anak-anak PBB, UNICEF.

Bersama-sama, sekutu Arab Saudi dan Inggris menyatakan dukungan kuat mereka untuk promosinya sebagai utusan khusus PBB, yang kantornya didanai pemerintah Inggris, dengan £650.000 dari anggaran bantuan Inggris 2019-20.

Didirikan pada 2011 oleh Griffiths dan salah satu pendiri Jonathan Powell, yang merupakan mantan kepala staf Tony Blair, Powell telah menjabat sebagai kepala eksekutif Inter Mediate sejak didirikan.

Setelah sebelumnya bekerja untuk Kementerian Luar Negeri, Powell dipromosikan oleh mantan Perdana Menteri David Cameron ke posisi utusan khusus Inggris untuk Libya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved