Fenomena Mixue Menjamur di Indonesia, Ini Analisis Akademisi Unair

Apa saja faktor yang membuat Mixue menjamur di Yogyakarta dan Indonesia? Berikut penjelasannya dari seorang Guru Besar FEB Unair terkait Mixue yang

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
DOK. Instagram Mixue Indonesia
Produk es krim di gerai es krim Mixue Jogja 

TRIBUNJOGJA.COM - Kedai es krim Mixue memang banyak terlihat di Yogyakarta.

Bahkan, di media sosial, ada banyak orang yang membahas tentang Mixue, termasuk bagaimana cara baca Mixue.

Mixue sendiri sering disebut sebagai malaikat pencatat ruko kosong karena sering mengisi ruko-roko kosong untuk tempat jualan beragam macam es krim.

Apa sih faktor yang membuat Mixue laris manis dan menjamur mengisi ruko kosong?

Menurut Dosen Strategi Pemasaran, Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Sri Hartini., S.E., M.Si., ada empat faktor kenapa Mixue bisa ekspansi besar-besaran di Indnesia.

Baca juga: Lirik Lagu dan Terjemahan Ni Ai Wo Wo Ai Ni Mixue yang Lagi Viral di TikTok

Ia berpendapat bahwa Mixue-isasi adalah fenomena yang menarik dalam dunia marketing karena perusahaan tersebut berhasil menerapkan konsep-konsep marketing strategy dengan tepat.

Prof Hartini menuturkan, ada empat tools yang paling banyak digunakan oleh perusahaan dalam marketing strategy, yaitu price, product, place, dan promotion.

Dalam hal ini, Mixue berhasil menggunakan empat tools tersebut dengan baik.

Pertama price, menurut Hartini kekuatan Mixue terletak pada harganya yang relatif murah. Dalam teori marketing strategy, hal itu disebut dengan penetration pricing.

“Memang Mixue ini sengaja merebut pasar-pasar es krim yang sudah ada dengan harga yang paling murah. Kita tidak tahu ke depannya kalau penetration pricing itu memang menawarkan harga yang paling murah atau nanti ketika kompetitor lain sudah tidak ada, pelan-pelan menaikkan harga,” jelasnya.

Selain penetration price, ia menyebutkan bahwa harga jual Mixue juga dipengaruhi karena perusahaan tersebut memiliki banyak cabang sehingga perusahaan tersebut memerlukan banyak kebutuhan untuk produksi.

Hal tersebut membuat Mixue mencapai skala ekonomis sehingga laku keras dan biaya produksi menjadi lebih rendah.

“Misalnya, kita mau beli packaging-nya, kalau kita cuman memproduksi ratusan unit dengan memproduksi ribuan unit, harganya akan lebih murah ribuan unit. Kekuatan utamanya itu pricing murah, low cost, dan sistem franchise sehingga semua diurusi oleh masing-masing cabang," ucap Hartini.

Kedua product, menurutnya produk Mixue juga memiliki rasa yang tidak kalah dari produk-produk pesaing lainnya.

Meskipun dijual dengan harga yang murah, Mixue justru berhasil membuat produk yang bagus dan mampu bersaing di pasaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved