Perang Rusia Vs Ukraina
Latvia Tangkap Pemimpin Media Sputnik Lithuania, Moskow Protes Keras
Latvia menangkap dan menahan Marat Kasem, pemimpin media Sputniknews Lithuania atas tuduhan spionase dan melanggar sanksi Eropa terhadap Rusia.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, RIGA – Otoritas keamanan Latvia menangkap pemimpin redaksi media Rusia, Sputniknews cabang Lithuania, Marat Kasem.
Marat Kasem ditahan atas perintah pengadilan Latvia atas tuduhan melanggar sanksi Uni Eropa dan melakukan spionase.
Pengacara Kasem, Imma Jansone, belum bisa meninjau materi kasusnya. Sputniknews mengabarkan kejadian ini Kamis (5/1/2023) waktu Riga.
Jansone meminta pengadilan untuk membebaskan jurnalis itu dengan jaminan tetapi hakim memutuskan untuk menahannya. Kasem segera dipindahkan ke penjara pusat Riga.
Kasem adalah warga negara Latvia, meskipun dia telah tinggal di Moskow selama beberapa tahun, bekerja untuk grup media Rossiya Segodnya, yang tergabung dalam Sputnik Lithuania.
Dia kembali ke Latvia karena alasan keluarga sebelum malam Tahun Baru.
Baca juga: Latvia Mencap Rusia Negara Teror, Moskow Tuduh Riga Tebar Russophobia
Baca juga: Intelijen Inggris Gaet Mantan Menhan Lithuania Jadi Agen Operasi Rahasia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengecam langkah itu sebagai pelanggaran komitmen internasional Latvia mengenai kebebasan berbicara.
Zakharova menambahkan Moskow akan meminta bantuan organisasi internasional atas penangkapan Kasem.
Berbicara kepada kantor berita RIA Novosti, kepala grup media Rossiya Segodnya, Dmitry Kiselyov, mengatakan penangkapan Kasem tidak masuk akal dan melanggar hukum.
Dia juga menyebut tindakan semacam ini sebagai kecenderungan berbahaya yang memengaruhi seluruh Uni Eropa.
Kiselyov menambahkan Kasem sering berbicara tentang perasaan dianiaya secara politik.
Kasem telah menghadapi penganiayaan di negara-negara Baltik sebelum penangkapannya.
Pada 2019, dia ditahan setibanya di Bandara Vilnius dan diberi label ancaman terhadap keamanan nasional Lithuania.
Dia kemudian dideportasi ke Latvia. Saat itu, terungkap jurnalis tersebut telah dimasukkan ke dalam daftar hitam orang yang dilarang memasuki Lithuania.
Pada 2018, jurnalis Rusia, pemimpin redaksi Sputnik Latvia, Valentin Rozentsov, ditahan di Bandara Riga.
Dia ditahan di tahanan polisi dan diinterogasi selama 12 jam sebelum dibebaskan. Pada 2021, Moskow mengecam penganiayaan terhadap jurnalis Rusia di negara-negara Baltik.
Rusia menilai sebagai serangan mencolok terhadap demokrasi, dengan mengatakan apa yang disebutnya sebagai degradasi kebebasan media.
Perkembangan terjadi ketika tiga negara Baltik mempertahankan sikap garis keras atas tindakan Moskow di tengah konflik di Ukraina.
Bulan lalu, Latvia, Lithuania, Estonia, serta Polandia dan Slovakia, semuanya mengajukan protes resmi terhadap usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron, NATO harus menawarkan jaminan keamanan kepada Rusia.
Maria Zakharova membagikan video di saluran Telegramnya tentang Kasem berbicara tentang masalah yang dia hadapi, mencatat dia mengeluh tentang tekanan dan perlakuan buruk di tangan pemerintah di negara-negara Baltik.
“Ini bukan hanya tugas, tetapi kewajiban komunitas internasional untuk melakukan segalanya sehingga rezim yang melampaui batas ini akan kembali mengikuti hukum,” katanya.(Tribunjogja.com/Sputniknews/RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Respon-Inggris-Soal-Ketegangan-Ukraina-dan-Rusia-Siap-Kerahkan-Pasukan-NATO-ke-Perbatasan-Eropa.jpg)