Liga 1

Brentford 3-1 Liverpool: Thomas Frank Terkejut Timnya Bisa Kalahkan The Reds

Brentford membuka keunggulan lewat gol bunuh diri pemain Liverpool yakni Ibrahima Konate (19'),sebelum disusul 2 gol Yoane Wissa dan Muembo.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Joko Widiyarso
www.twitter.com/LFC
Pemain Liverpool, Alex Oxlade-Chamberlain mencetak gol ke gawang Brentford lewat sundulan kepalanya pada lanjutan Liga Inggris 2022/23 di Gtech Community Stadium, Selasa (3/1/2023) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Reds kalah telak 3-1. 

TRIBUNJOGJA.COM- Liverpool gagal merangsek ke posisi lima besar Liga Inggris, setelah secara mengejutkan dipermalukan Brentford di Gtech Community Stadium, Selasa (3/1/2023) dini hari WIB, dengan skor cukup telak 3-1.

Brentford membuka keunggulan lewat gol bunuh diri pemain Liverpool yakni Ibrahima Konate (19'),sebelum disusul 2 gol lainnya yang dicetak Yoane Wissa (42') dan Bryan Muembo (84'). Gol balasan dari Liverpool dicetak oleh Alex Oxlade-Chamberlain (50').

Dengan hasil ini, The Reds, julukan Liverpool, tertahan di posisi keenam klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 28 poin.

Sedangkan bagi The Bees, julukan Brentford, hasil ini membawa mereka membuntuti Liverpool di posisi ke-7, mengantongi 26 poin atau hanya terpaut 2 poin saja.

"Para pemain ini terus mengejutkan saya. Mereka terus membuat saya terkesan secara besar-besaran dengan mentalitas, usaha, dan kemauan keras sebagai sebuah kelompok. Seharusnya, Brentford tidak mungkin mengalahkan Liverpool. Tetapi dengan semuanya bersama-sama kami berhasil melakukan ini," ujar manajer Brentford, Thomas Frank

"Set-piece, kami tahu, kami bagus. Melawan Liverpool, mereka sangat sukses tetapi bukan rahasia lagi kami bisa masuk di belakang mereka. Cara kami bertahan luar biasa. Struktur yang jelas tetapi terkadang berani untuk melangkah tinggi," lanjutnya.

"Kami percaya diri tetapi rendah hati. Kami harus memiliki kepercayaan diri bahwa kami dapat mengalahkan tim manapun di dunia. Kami sangat sulit untuk dihancurkan. Gol kedua adalah contoh yang bagus untuk itu, kami berani dan agresif. Sangat mengesankan kami berhasil menang (tanpa Ivan Toney)," tambahnya.

Sementara itu manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku tidak senang dengan pertahanan yang ditunjukkan timnya.

"Kami seharusnya bermain lebih baik - melalui set-piece Brentford selalu memiliki peluang untuk menciptakan kekacauan. Mereka melakukannya dengan baik. Saya menghargai itu," kata Klopp.

"Bukan permainan kelas atas, tapi kami masih memiliki peluang. Gol kedua adalah hadiah untuk Brentford, yang membuat saya sangat marah. Rasanya tidak enak. Bukannya kami tidak bertarung, pada akhirnya kita bertanggung jawab atas kekalahan itu," lanjutnya.

"Gol kedua kami seharusnya bertahan lebih baik, itu saja. Brentford sangat saya hormati. Anda harus menggunakan semua peluang Anda. Setelah dua pertandingan yang sangat intens, sepertinya kepercayaan itu tidak ada lagi." tambahnya.

Ulasan pertandingan
Liverpool langsung berinisiatif memberikan tekanan ke jantung pertahanan Brentford sejak menit awal. Hal itu membuat tuan rumah terkurung hingga setengah lapangan.

The Reds pun membuat peluang pertama lewat kerjasama Mohamed Salah yang diakhiri gerakan menggocek kiper dari Darwin Nunez. Namun, tendangan akhir Nunez masih bisa diblok oleh Ben Mee di depan gawang.

Memasuki 15 menit giliran Brentford yang mengancam lewat serangan balik efektif. Salah satunya berakhir dengan tendangan Bryan Mbeumo setelah mengelabui Virgil Van Dijk, tapi tendangannya bisa ditepis kiper Alisson.

Pertahanan Liverpool kocar-kacir. Sampai akhirnya, pada menit ke-19, tendangan keras Ben Mee dari luar kotak penalti membentur kaki Ibrahima Konate. Alih-alih menghalau, bola justru bersarang ke gawangnya sendiri.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved