Politik Global
Lula da Silva Dilantik Jadi Presiden Brasil, Siap Kerjasama dengan Rusia
Luis Inacio Lula da Silva dilantik jadi Presiden Brasil, menggantikan Jair Bolsonaro dan siap memperkuat hubungan dengan Rusia.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
"Di atas reruntuhan yang mengerikan ini, saya berjanji untuk membangun kembali negara bersama dengan orang-orang Brasil," kata Lula.
Ia menambahkan akan meningkatkan kehidupan kelas bawah Brasil, berjuang untuk kesetaraan sosial, dan berjanji untuk membalikkan dan akhirnya mengakhiri penggundulan hutan Amazon.
Di era Bolsonaro, eksploitasi hutan Amazon tidak terkontrol dan kerap disebut menggila untuk kepentingan segelintir orang.
“Mandat yang kami terima, di hadapan lawan yang diilhami oleh fasisme, akan dipertahankan melalui konstitusi demokratis kami. Kami akan menanggapi kebencian dengan cinta, kebohongan dengan kebenaran, terorisme dan kekerasan dengan hukum,” kata Lula.
Lula, yang dihukum 12 tahun pada 2018 sebelum Mahkamah Agung membatalkan kasusnya, tiba di upacara dengan Rolls-Royce convertible hitam.
Ia melangkah keluar dengan setelan biru dan dasi. Ia didampingi istrinya Ibu Negara Rosangela “Janja” da Silva dan Wakil Presiden Geraldo Alckmin.
Pendukung Bolsonaro telah mengancam kekerasan dan menyerukan penggulingan militer untuk mempertahankannya.
Sekitar 8.000 polisi dikerahkan selama upacara menyusul penangkapan pekan lalu terhadap satu orang yang berencana meninggalkan truk tangki berisi bahan peledak di dekat bandara ibu kota.
Pria lain ditangkap pada hari Minggu setelah dia mencoba memasuki upacara dengan membawa pisau dan kembang api.
Terlepas dari ancaman kekerasan dari pengunjuk rasa pendahulunya, Lula disambut 30.000 pendukungnya.
Sementara puluhan ribu pendukung lainnya berkumpul di lapangan terbuka ibu kota untuk merayakannya.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lula-da-Silva.jpg)