Politik Global

Kolombia Gencatan Senjata dengan 5 Paramiliter Sayap Kiri

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengumumkan gencatan senjata dengan lima kelompok paramiliter sayap kiri, setelah berkonflik selama setengah abad.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
IST/AFP
Petugas keamanan berjaga di dekat lokasi serangan bom bunuh diri di akademi kepolisian di Bogota, Kolombia 

Dia juga mengatakan kokain hanya menyebabkan kematian minimal akibat overdosis, tetapi menolak laporan dia ingin mendekriminalisasi obat tersebut.

Beberapa waktu lalu, Presiden Kolombia Gustavo Petro di Majelis Umum PBB mengatakan, kampanye berdarah melawan produksi kokain telah gagal dan hanya merugikan negaranya.

 

“Dari Amerika Latin saya yang terluka, saya meminta Anda mengakhiri perang irasional terhadap narkoba,” kata Petro dalam pidatonya di New York.

“Mengurangi konsumsi narkoba tidak membutuhkan perang. Itu menuntut kita untuk membangun masyarakat yang lebih baik, lebih peduli, lebih penuh kasih saying,” katanya.

Dia menambahkan petani yang dikucilkan terpaksa menanam koka karena mereka tidak punya apa-apa lagi untuk ditanam.

Sebagai penghasil kokain terbesar di dunia, Kolombia sering ditekan oleh AS untuk meningkatkan penggerebekan terhadap petani koka dan kartel narkoba.

Petro, yang menjabat sebagai pemimpin kiri pertama negara itu bulan lalu, berjanji untuk memikirkan kembali perang narkoba yang berkepanjangan dan berdarah di hutan hujan dan rimba Kolombia.

Berbicara di PBB, presiden menuduh masyarakat internasional munafik dalam memerangi perdagangan narkoba dan mengatasi perubahan iklim.

“Hutan yang seharusnya diselamatkan malah dirusak. Untuk menghancurkan tanaman koka, mereka membuang racun seperti glifosat yang menetes ke perairan kita, menangkap pembudidayanya dan kemudian memenjarakannya,” kata Petro.

“Apa yang lebih beracun bagi manusia, kokain, batu bara atau minyak? Pendapat kekuasaan telah memerintahkan kokain adalah racun dan harus dianiaya, sementara itu hanya menyebabkan kematian minimal akibat overdosis… tetapi sebaliknya, batu bara dan minyak harus dilindungi, bahkan jika itu dapat memusnahkan seluruh umat manusia,” kata Petro.

Pemerintah Kolombia sebelumnya mengumumkan rencana untuk merombak kebijakan narkoba, tetapi menolak laporan mereka ingin mendekriminalisasi penggunaan kokain.

“AS bukan pendukung dekriminalisasi," kata Jonathan Finer, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, kepada The Washington Post bulan lalu.

Perang melawan narkoba yang digencarkan Washington kerap digunakan sebagai kedok untuk mendukung rezim di Amerika Latin yang menguntungkan kepentingan politik AS.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved