Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi 30 Desember 2022: Tercatat 4 Kali Gempa Guguran
Gunung Merapi tidak mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas pagi ini, Jumat (30/12/2022). Hal tersebut terlihat dalam pengamatan selama
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi tidak mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas pagi ini, Jumat (30/12/2022).
Hal tersebut terlihat dalam pengamatan selama enam jam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Pengamatan dimulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Baca juga: Jadwal Liga Inggris Liverpool vs Leicester City: Prediksi Skor, Line-up & Siaran Langsung SCTV
Kepala BPPTKG, Agus Budi S mengatakan, secara meteorologi, cuaca mendung.
“Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 18-20 °C, kelembaban udara 75-97 persen dan tekanan udara 915.9-1012 mmHg,” tuturnya.
Secara visual, gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Gempa guguran terjadi sebanyak empat kali dengan amplitudo 8-17 mm berdurasi 31.4-119.3 detik.
Hybrid/fase banyak berjumlah satu kali dengan amplitudo 8 mm, S-P : 0.5 detik, berdurasi 7.9 detik.
Vulkanik dalam terjadi sebanyak 22 kali dengan amplitudo 4-14 mm, S-P 0,2-1 detik berdurasi 7,3-11,9 detik.
“Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III,” jelasnya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya.
Sektor tersebut meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Sedangkan, di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Lontaran material vulkanik,bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca juga: Peringatan bagi Wisatawan yang Ingin Tahun Baruan di Jogja, Hindari Tempat-tempat Ini!
Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” jelasnya. (Ard)