Info Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca Kamis 29 Desember 2022, BMKG : Hujan Lebat Guyur 26 Provinsi

Hujan lebat masih mendominasi cuaca di wilayah Indonesia pada Kamis 29 Desember 2022 hari ini

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat akan mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia pada Kamis (29/12/2022) hari ini.

Hujan lebat yang diprediksi mengguyur wilayah Indonesia pada hari ini bisa disertai angin kencang dan petir.

BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah yang berpotensi turun hujan dan angin kencang.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dikutip dari laman web.meteo.bmkg.go.id, hujan lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan mengguyur 26 wilayah.

Kemudian hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan melanda satu provinsi yakni Jambi.

Serta dua provinsi diprediksi akan dilanda angin kencang.

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia pada hari ini dipicu oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 95W di Filipina bagian selatan. 

Pusat Tekanan Rendah berada di Australia bagian utara.

Lalu Sirkulasi Siklonik yang berada di Laut China Selatan yang menginduksi terbentuknya peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot (Low Level Jet) di Laut China Selatan. 

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan gelombang laut tinggi di sekitar bibit siklon tropis/pusat tekanan rendah/sirkulasi siklonik tersebut. 

Daerah konvergensi dan konfluensi lain memanjang dari Samudra Hindia barat Sumatera Barat - Lampung, di Samudra Hindia selatan Jawa Barat - Jawa Timur, dari Kep. Riau hingga Kep. Bangka Belitung.a

Dari Laut Jawa hingga Laut Flores, dari laut Flores hingga Laut Sawu, Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tenggara, dari Sulawesi Barat hingga Laut Banda, dari Laut Maluku hingga Laut Seram, dari perairan utara Papua Barat hingga Laut Arafuru, dari Teluk Cenderawasih hingga Papua Nugini.

Dan di Samudra Pasifik utara Papua, serta di Samudra Hindia barat Sumatera Barat, di Jawa Barat, di Jawa Timur, dan di Laut Sulawesi bagian utara. 

 Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved