Fenomena Solstis

Kapan Fenomena Solstis Terjadi, Berikut Jadwal dan Dampak yang Ditimbulkan

Besok pagi akan terjadi fenomena astronomi berupa Solstis pada pukul 04.49 WIB atau pagi

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
dok.Shutterstock
Ilustrasi Solstis Matahari 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Berikut waktu terjadinya fenomena solstis dan dampak yang ditimbulkan.

Fenonema solstis adalah peristiwa saat Matahari berada paling utara atau paling selatan ketika mengalami gerak semu tahunannya

Fenomena solstis akan terjadi pada Kamis (22/12/2022) esok hari pada pukul 04.49 WIB. 

Dikutip dari Kompas com, Peneliti di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menyampaikan, fenomena solstis merupakan fenomena astronomis biasa.

Fenomena solstis terjadi dua kali dalam satu tahun, yakni pada Juni dan Desember.

Menurut Andi, fenomena solstis terjadi karena sumbu rotasi Bumi yang miring 23,44 derajat terhadap bidang tegak lurus ekliptika atau sumbu kutub utara dan selatan.

Saat berotasi, Bumi sekaligus mengorbit Matahari, sehingga terkadang kutub utara dan belahan Bumi utara condong ke arah Matahari.

Sedangkan kutub selatan dan belahan Bumi selatan menjauhi Matahari. Kondisi ini, kata Andi, menyebabkan solstis Juni.

Sebaliknya, terkadang kutub selatan dan belahan Bumi selatan condong ke Matahari, sementara kutub utara dan belahan Bumi utara menjauhi Matahari.

"Inilah kondisi saat Solstis di bulan Desember, atau disebut juga Solstis Desember," jelas dia.

Dampak fenomena solstis Desember

Menjelang terjadinya fenomena solstis, muncul informasi kalau akan memberikan dampak negatif kepada manusia. Warga pun dilarang untuk keluar rumah.

Namun informasi tersebut dibantah oleh Andi. Menurutnya, fenomena ini juga tidak berkaitan dengan letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, maupun banjir rob.

"Fenomena-fenomena tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan solstis dikarenakan solstis merupakan fenomena murni astronomis yang juga dapat memengaruhi iklim dan musim di Bumi," kata dia.

"Sedangkan fenomena-fenomena tersebut disebabkan oleh masing-masing dari aktivitas vulkanologis, seismik, oseanik dan hidrometeorologi," tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved