Konflik Iran Vs Israel
Iran Klaim Bongkar Jejak dan Tangkap Mata-mata Mossad
Kementerian Intelijen Iran mengklaim telah membongkar dan menangkap mata-mata Mossad yang berencana menyabot industri pertahanan Iran.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Kementerian Intelijen Iran mengklaim telah mengidentifikasi dan menangkap jaringan mata-mata Mossad Israel yang berencana menyabotase industri pertahanan negara itu.
Pasukan intelijen Iran mengungkap plot jaringan spionase Mossad untuk mengumpulkan informasi dari perusahaan Iran berbasis teknologi yang bekerja sama dengan industri pertahanan Iran.
Pemerintah Israel dan Mossad tidak pernah bersedia menjawab atau menanggapi laporan yang mengaitkan aktivitas intelijen mereka.
Agen mata-mata rezim Israel Mossad menyewa pialang data Frank Genin, yang memperkenalkan dirinya sebagai kepala perusahaan produsen suku cadang.
Menurut laporan intelijen itu yang dikutip Tasnim News Selasa (20/12/2022), dia sudah bisa menghubungi beberapa perusahaan dan karyawan Iran.
Baca juga: Iran Eksekusi Mati Mousavi Majd, Pria yang Dituduh Sebagai Spionase Mossad dan CIA
Baca juga: Cerita Mantan Kepala Intelijen Israel Curi Dokumen Nuklir Iran, 20 Agen Mossad Sukses Tembus Gudang
Baca juga: Empat Pakar Nuklir Iran yang Diduga Tewas Dibunuh Dinas Rahasia Israel, Mossad
Agen Mossad kemudian mengundang rekan kerjanya ke sebuah seminar di Malaysia, di mana dia memperkenalkan mereka dengan agen Mossad lainnya, Hadrien Lavaux.
Lavaux mengaku sebagai Direktur Pelaksana Triple A Industries, sebuah perusahaan paduan dan komposit canggih Aerospace yang didirikan di Singapura pada 2017.
Sejak itu, perusahaan tersebut mulai berkomunikasi dengan perusahaan Iran yang menyediakan serat karbon, resin, dan paduan logam lainnya.
Situs web Triple A Industries menyebutkan, Frank Genin adalah pemimpin perusahaan, yang menjelaskan kerja sama yang erat antara Genin dan Lavaux.
Rekan Lavaux di Iran menghadiri berbagai pameran, memantau konferensi ilmiah, dan mengidentifikasi kebutuhan terbaru industri pertahanan Iran.
Mereka kemudian mulai mengidentifikasi kepala suku, wiraniaga, dan karyawan penting di perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan.
Karyawan ini diundang ke beberapa konferensi depan di luar negeri, termasuk di Turki, Hongaria, Oman, dan Georgia, dan perjalanan mereka didokumentasikan sepenuhnya.
Namun, pasukan intelijen Iran terus mengawasi perjalanan ini dan dapat melacak jaringannya.
Mossad telah meningkatkan aktivitas spionase dalam beberapa bulan terakhir dan telah terlibat dalam perang rahasia melawan Iran.
Bersama kekuatan asing lain, mereka mendukung serangan teroris dan kerusuhan dan kekerasan di seluruh negeri.
Tuduhan AS Terlibat Kerusuhan
Perkembangan lain di Iran, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei mengecam pemerintah AS yang jahat yang telah melahirkan kelompok teroris Daesh (ISIL atau ISIS).
Elemen kelompok inilah yang dinyatakan terlibat penembakan fatal Oktober di situs keagamaan di kota Shiraz di selatan Iran.
Sejumlah keluarga para martir serangan teroris di situs reliji Shah-e Cheragh di Shiraz, yang terjadi pada 26 Oktober, bertemu Ayatollah Khamenei di Teheran pada Selasa.
Dalam sambutannya pada pertemuan tersebut, Khamenei mengatakan serangan teroris yang pahit yang telah mengisi hati dengan kesedihan akan tercatat dalam sejarah Iran.
Ayatollah Khamenei mencatat peran tersembunyi orang Amerika yang dia sebut menciptakan kelompok teroris Daesh, dan telah terungkap.
Pembunuhan jemaah berbeda dari serangan teroris lainnya dan semakin mengungkap skandal yang melibatkan musuh.
“Terlepas dari penjahat dan pelaku pengkhianatan (serangan), pendukung utama dan pencipta Daesh adalah kaki tangan dalam kejahatan ini,” tambah Ayatollah Khamenei.
Ulama yang dihormati di Iran itu menambahkan, AS adalah pembohong busuk dengan perilaku memalukan dan sangat munafik.
Pemimpin spiritual itu meminta organisasi budaya dan media Iran untuk menghasilkan karya seni tentang serangan teror di kuil Shah-e Cheragh dan insiden bersejarah lainnya.
Ia menunjuk kurangnya publikasi kemenangan Revolusi Islam dan kejahatan yang dilakukan oleh musuh.
Ayatollah Khamenei mengatakan generasi muda di Iran tidak mendapat informasi yang baik tentang insiden masa lalu, termasuk kejahatan Organisasi Mujahedin-e-Khalq (MKO).(Tribunjogja.com/Tasnimnews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cerita-mantan-kepala-intelijen-israel-curi-dokumen-nuklir-iran-20-agen-mossad-sukses-tembus-gudang.jpg)