Berita Otomotif Terkini

Vespa VBB 'Gendhis' 1964 : 58 Tahun Dikandangkan, Odometernya Baru 3,5 KM

Orisinalitas Vespa VBB 'Gendhis' 1964 meraih hattrick alias tiga kali menyabet juara favorit pertama kategori Vespa 60's original.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Vespa VBB 'Gendhis' 1964 

Menilik sejarahnya, Vespa VBB diproduksi pada 1960 sampai dengan 1965, didukung dengan mesin kapasitas 150cc dan mengalami penyempurnaan di bagian karburator dan transmisi dari generasi sebelumnya.

Generasi sebelumnya, yakni Vespa VBA menggunakan sistem transmisi manual tiga percepatan, namun pada VBB perubahan dilakukan dengan mengusung transmisi manual empat percepatan.

Di Indonesia sendiri menemukan Vespa VBB dengan kondisi yang masih orisinil sudah tidak mudah lagi. Kebanyakan Vespa VBB yang masih ada di Indonesia sudah hasil cat ulang dan restorasi.

Baca juga: Mengenal Vespa Bajaj Classic SL, Konon Jumlahnya Hanya Belasan di Indonesia

Hattrick Juara Vespa 60's Original

Orisinalitas Vespa VBB 'Gendhis' 1964 milik Veriyanto Chandra dibuktikan dengan meraih hattrick alias tiga kali menyabet juara favorit pertama kategori Vespa 60's original, dalam ajang Indonesian Scooter Festival (ISF), masing-masing tahun 2019, 2021 dan 2022.

Diakui Veriyanto Chandra, tak ada perawatan khusus yang ia lakukan pada Vespa VBB 'Gendhis' ini.

"Paling bagian body saya beri oli agar karat-karatnya tidak bertambah. Dicuci pun setahun sekali, menjelang kontes. Itu pun hanya disemprot menggunakan air, tanpa sabun," terangnya.

Cerita menarik lainnya dari VBB 'Gendhis' ini ialah odometernya yang ternyata masih berfungsi kendati tak pernah sekalipun dikendarai.

Dari semula odometer menunjukkan angka 3,4 kilometer, naik menjadi 3,5 kilometer.

"Odometer ini ternyata masih berfungsi. Naiknya odometer karena didorong saat berpindah tempat. Namun setelah tahu kilometernya masih berjalan, saya belikan alat bantu untuk memindahkan motor," tambahnya.

Sejauh ini, Veriyanto Chandra mengaku belum berniat menjual Vespa VBB 'Gendhis' miliknya, yang namanya terinspirasi dari sebutan gadis Jawa yang manis dan unik.

"Tawaran terakhir sudah di angka Rp 200 jutaan lebih. Tapi saya belum berniat menjual motor ini, sebab belum tentu dengan uang yang nantinya saya dapatkan, saya bisa mendapatkan unit Vespa yang kondisinya se-istimewa ini," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved