Puluhan Patung Berbahan Bambu Meriahkan HUT Hargobinangun Sebagai Wilayah Penghasil Bambu
Total ada 28 patung berbahan bambu yang merupakan karya dari warga di 28 rukun warga (Rw) di Kalurahan Hargobinangun.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan patung berbahan bambu memeriahkan hari jadi Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
Total ada 28 patung berbahan bambu yang merupakan karya dari warga di 28 rukun warga (Rw) di Kalurahan Hargobinangun.
Lurah Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Amin Sarjito, mengatakan lomba membuat patung bambu itu dimaksudkan untuk melestarikan tanaman bambu.
Selain itu lomba patung juga dimaksudkan untuk meningkatkan kreativitas warga Kalurahan Hargobinangun yang sejatinya menjadi episentrum tanaman bambu.
''Saya tidak menduga kalau lomba membuat patung dengan bahan baku bambu ini dapat respon positif dari warga,'' kata Amin Sarjito, melalui keterangan resminya, Kamis (8/12/2022).
Dia menjelaskan, meski lomba patung dari bahan bambu ini hanya tingkat Kalurahan, namun manfaat dan tujuannya sangat baik.
Menurutnya, bambu yang selama ini kurang diperhatikan ternyata bisa untuk membuat patung yang indah dan bercitarasa seni tinggi, terutama di pintu masuk desa.
''Karena membuat lincak atau meja kursi dari bambu sudah biasa bahkan sering kita lihat, tapi kami ingin melihat yang lain. Ternyata bambu juga bisa untuk membuat patung binatang seperti Sapi, Harimau, Kuda, bahkan bisa untuk membuat patung Pak Tani,'' jelas Lurah Hargobinangun.
Itock Van Diera, konsultan destinasi wisata Kadin menambahkan, patung yang dilombakan wajib dipasang di pintu masuk desa.
Sehingga masyarakat maupun juri yang terdiri dari akademisi dan kurator seni bisa melihat langsung keindahan, kemegahan dan keanggunan patung tersebut.
''Dari 28 patung yang dilombakan tampak cukup bagus-bagus, jujur kami tidak menyangka kalau warga di Kalurahan ini banyak yang memiliki jiwa seni,'' ujar Itock Van Diera
Lebih lanjut Itock Van Diera dengan didampingi dewan juri Hajar Pamadhi, Kurator Seni dan Agung Wisaksono, Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menambahkan, juri akan melihat daya kreatifitas peserta, tapi yang jelas bahan dasar harus dari bambu dan seyogyanya jangan dicat kalau ingin berwarna bisa cari bambu yang sudah ada warnanya.
''Bambu warna kuning maupun coklat kan ada, tinggal menyesuaikan dengan model. Jangan dicat, Ndak tidak orisinil,'' timpal Hajar Pamadhi.
''Kami ingin keaslian dari karya patung bambu,'' imbuhnya.
Dari 28 karya yang mereka lihat, lanjut dia, nyaris semua karya patung bambu cukup baik sehingga juri agak sedikit kerepotan.
Namun karena pengalaman dan seni yang mereka miliki jadi para juri bisa langsung memilih mana yang baik dan layak sebagai pemenang.
"Pesan yang ingin disampaikan, melalui lomba patung dari bahan dasar bambu ini setidaknya bisa menumbuhkan kecintaan warga terhadap bambu. Sekaligus untuk menunjukkan bahwa Hargobinangun pusat kebun bambu," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Patung-kuda-berbahan-bambu-di-gapura-Kalurahan-Hargobinangun.jpg)