Bom Bunuh Diri Mapolsek Astanaanyar

Kapolri Benarkan Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolsek Astanaanyar Adalah Mantan Napiter Agus Sujadno

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pelaku bom bunuh dini di Mapolsek Astanaanyar adalah mantan narapidana terorisme Agus Sujadno

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Kompas TV
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan soal Kapolda Jatim Teddy Minahasa di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANDUNG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pelaku bom bunuh dini di Mapolsek Astanaanyar adalah mantan narapidana terorisme Agus Sujadno alias Agus Muslim.

Hal itu berdasarkan hasil dari pemeriksaan sidik jari  face recognition yang dilakukan oleh kepolisian.

" Hasil dari pemeriksaan sidik jari dan face recognition, identik bahwa pelaku adalah Agus Sujadno alias Agus Muslim,"kata Kapolri saat menggelar jumpa pers di lokasi bom bunuh diri di sekitar Mapolsek Astanaanyar.

Menurut Kapolri, Agus Sujadno sebelumnya pernah ditangkap terkait kasus terorisme.

Pelaku ditangkap terkait bom panci yang ada di Cicendo pada 2017 silam.

Setelah itu, pelaku dijatuhi hukuman penjara 4 tahun di Nusa Kambangan.

" Pelaku dihukum 4 tahun dan baru bebas 2021 lalu,"jelasnya.

Agus Sujadno menurut Kapolri terafilisasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.

Saat ini kepolisian tengah bekerja untuk mengungkap jaringan dari pelaku yang melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar.

Dari lokasi kejadian, lanjut Kapolri, polisi juga menemukan banyak kertas berisikan tulisan penolakan RUU KUHP.

" Saat ini masih pendalaman, olah TKP masih berlangsung. dari olah TKP itu, kita melakukan proses pencarian terhadap kelompok yang terafilisasi dengan pelaku,"jelasnya.

Baca juga: CERITA Lina dan Rahmat, Saksi Bom Bunuh Diri di Bandung, Ada di Dekat TKP saat Bom Meledak

Baca juga: Update Korban Bom Bunuh Diri Mapolsek Astanaanyar, Seorang Polisi Meninggal, 8 Orang Terluka

11 Korban

Dalam aksi bom bunuh diri ini, sebanyak 11 orang menjadi korban.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan 11 korban tersebut terdiri dari 10 anggota kepolisian dan satu orang warga sipil.

Dari 10 anggota polisi yang terluka, satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

" Ada 11 korban, 10 anggota dan 1 sipil,"imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved