Berita Internasional

Tonton dan Distribusikan Drakor, 2 Pelajar SMA di Korea Utara Dieksekusi Mati, Ditembak di Bandara

Militer Korea Utara eksekusi mati dua pelajar SMA gara-gara tonton dan Distribusikan dram korea

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ist via tribunnews.com
Ilustrasi Penembakan 

Tonton dan Distribusikan Drakor, TRIBUNJOGJA.COM - Dua pelajar SMA di Korea Utara dieksekusi mati lantaran menonton dan mendistribusikan salinan drama Korea.

Kedua pelajar yang diperkirakan berusia 16 dan 17 tahun tersebut dieksekusi oleh regu tembak di lapangan terbang di kota Hyesan yang berbatasan dengan China.

Eksekusi tersebut dilakukan pada Oktober 2022 lalu.

Selain mengeksekusi dua pelajar lantaran menonton Drakor, regu tembak juga melaksanakan hukuman mati terhadap seorang pelajar lainnya.

Pelajar tersebut dieksekusi lantaran tega membunuh ibu tirinya.

Dikutip dari Kompas.com yang melansir pemberitaan First Post, dua pelajar SMA yang dieksekusi tersebut sebelumnya ditangkap karena ketahuan menjajakan film selundupan yang disimpan di dalam pen drive kecil ke pasar lokal.

Para saksi mengatakan bahwa pemerintah Korea Utara menugaskan mata-mata di tengah publik untuk melaporkan kasus penjualan dan menangkap para pelaku.

Selama ini, Korea Utara melalukan kontrol yang ketat terhadap barang-barang yang diselundupkan ke negara mereka, termasuk drive USB atau kartu SD yang menyimpan salinan film asing.

Biasanya barang tersebut dibawa melewati perbatasan dari China dan dibarter kepada orang Korea Utara.

Tindakan Korea Utara yang melakukan eksekusi mati terhadap pelajar SMA ini merupakan penerapan dari Undang-Undang baru tentang peraturan menonton drama Korea (drakor) mulai Desember 2020.

Mengacu pada aturan tersebut, pemerintah bakal mengeksekusi siapa pun yang mengunduh atau mengedarkan drama Korea Selatan baik secara audio atau visual.

Salah satu saksi eksekusi publik mengatakan bahwa pejabat menyerukan, siapa pun yang menonton atau mendistribusikan film dan drama Korea Selatan dan mengganggu ketertiban sosial dengan membunuh orang lain, tidak akan diampuni dan akan dihukum dengan hukuman maksimal, berupa hukuman mati.

Karena rentang usia target penonton, Undang-Undang itu juga diberlakukan untuk anak di bawah umur.

Menurut pemberitaan First Post, dalam eksekusi mati tersebut, para saksi dipaksa untuk menyaksikan secara langsung.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved